JK Bakal Fasilitasi Ceramah Ustad Abdul Somad di Masjid

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan akan memfasilitasi Ustad Abdul Somad untuk berceramah di masjid-masjid. "Tentu kami memberikan fasilitas. Kalau dia ceramah di masjid, silakan. Bagus. Tidak ada masalah," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

    Baca: JK Prihatin Ustad Abdul Somad Mendapat Intimidasi dan Ancaman

    JK yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia memastikan tidak ada satu pun masjid yang menolak kehadiran Abdul Somad. "Tidak pernah ada masjid yang menolaknya," ujarnya.

    JK pun mengaku prihatin terhadap intimidasi dan ancaman yang diterima Abdul Somad. Padahal, kata JK, Abdul Somad merupakan penceramah yang lucu dan memiliki banyak referensi. Bahkan, JK mengaku kerap tertawa jika mendengar isi ceramah Abdul Somad.

    Ia pun memuji sosok Abdul Somad sebagai pendakwah yang luar biasa. "Saya kira dia ustad yang paling banyak punya referensi. Artinya kalau berbuat begini, langsung hadistnya dia tahu, ayatnya dia tahu, atau pun sejarah juga tahu. Luar biasa dia ustad," ujarnya.

    Dalam akun Instagramnya, Abdul Somad mengunggah keterangan tertulis yang berisi bahwa ia membatalkan acara dakwahnya di beberapa kota di Pulau Jawa. Berdasarkan keterangan itu, Ustad Somad menyebut kata ancaman dan intimidasi terkait rencana kedatangannya itu.

    Baca: Kata JK Saat Ditawari Surya Paloh Gabung NasDem

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun memberikan pernyataan sikap terkait ancaman terhadap penceramah. "Tak boleh ada penghadangan, intimidasi, dan gangguan lainnya yang mengancam keamanan dan keselamatan jiwa bagi para penceramah agama," kata Lukman kepada Tempo, Selasa, 4 September 2018.

    Intimidasi, kata Lukman, tidak boleh dilakukan terhadap para pendakwah sejauh ceramah yang disampaikannya itu mendidik, mencerahkan, dan memperluas wawasan keagamaan. "Serta mengokohkan rasa dan ikatan persaudaraan dan persatuan sesama anak bangsa," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.