Jumat, 19 Oktober 2018

Putusan Meiliana, Kementerian Agama Ingatkan 6 Aturan Toa Masjid

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Vihara Tri Ratna yang rusak pasca kerusuhan yang terjadi, di Tanjung Balai, Sumatera Utara, 30 Juli 2016. ANTARA/Anton

    Kondisi Vihara Tri Ratna yang rusak pasca kerusuhan yang terjadi, di Tanjung Balai, Sumatera Utara, 30 Juli 2016. ANTARA/Anton

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama mengeluarkan surat edaran yang menyinggung soal aturan pengeras suara di masjid. Perbincangan seputar pengeras suara di masjid ini kembali ramai diperdebatkan pasca Hakim Pengadilan Negeri Medan memvonis Meiliana 1 tahun 6 bulan penjara karena penodaan agama.

    Baca: Komnas HAM: Ada Desakan Publik dalam Kasus Meiliana

    Meiliana duduk di meja hijau karena pernah menyampaikan keberatannya kepada seorang tetangga soal pelantang suara masjid yang terlalu kencang. Masjid tersebut berada di depan rumah Meiliana di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

    Dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor B.3940/DJ.III/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018 bertajuk "Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musholla", Kementerian Agama meminta tempat ibadah tersebut merujuk Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor Kep/D/101/1978.

    Baca juga: Pandangan Jokowi Soal Kasus Penistaan Agama yang Menimpa Meiliana

    Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, mengatakan aturan tersebut masih berlaku. "Hingga saat ini, belum ada perubahan," kata Muhammadiyah Amin, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama. Dalam laman tersebut, Kementerian Agama bahkan mencantumkan tautan ke aturan soal pengeras suara di masjid. Berikut enam poin aturan soal azan masjid:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.