Kata BNPB Soal Konsekuensi Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Warga memainkan ponsel saat memilih berada di luar rumah pascagempa di Ampenan, Mataram, NTB, Minggu, 19 Agustus 2018. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan konsekuensi jika status bencana nasional disematkan pada gempa Lombok, Bali, dan Sumbawa. Menurut Sutopo, hal itu justru akan membawa dampak buruk bagi Indonesia.

Baca juga: Kesulitan Air Bersih, Ini Empat Keluhan Pengungsi Gempa Lombok

"Memang pasti banyak negara yang membantu. Tapi sedikit negara yang mau begitu (menetapkan bencana nasional), karena itu menunjukkan kelemahan," kata Sutopo di gedung BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa, 21 Agustus 2018.

Menurutnya, pemerintah tak perlu menetapkan gempa Lombok tersebut sebagai bencana nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, bencana alam merupakan tanggung jawab dari pemerintah daerah dan didampingi pemerintah pusat. Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi juga menyatakan kesanggupan.

"Kalau sedikit-sedikit bencana nasional, daerah akan lepas tanggung jawab. Padahal mereka yang dipilih rakyat dan memiliki otoritas, nah ini yang terus kita tegakkan," kata Sutopo.

Sejak 2004 sampai saat ini, Sutopo menyebut baru satu kali pemerintah menetapkan bencana nasional, yakni saat Aceh mengalami tsunami. Kala itu, pemerintah daerah dari Provinsi hingga Kabupaten/Kota lumpuh total sehingga pemerintah pusat perlu turun langsung mengambil alih.

Baca juga: BNPB: Status Bencana Nasional untuk Gempa Lombok Tak Relevan

Selain itu, Sutopo menjelaskan banyak pelajaran dari deklarasi bencana nasional ini, terutama dampak buruknya. Contoh saat dunia internasional memberikan bantuan lewat Non Government Organization (NGO).

"Seringkali bantuan internasional banyak disalahgunakan, NGO buat proposal tentang kondisi yang demikian buruk, tapi kita enggak tahu penggunaannya," kata Sutopo.

Lebih lanjut, ia juga membandingkan keterdesakan gempa Lombok dengan bencana serupa di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bencana pada 2006 dengan korban meninggal 5.500 orang, korban luka 2.000 orang dan masyarakat terdampak sebanyak 2,1 juta jiwa juga tak ditetapkan sebagai bencana nasional. Hal itu semata karena pemerintah daerah mampu mengatasinya.

Baca juga: Akibat Gempa Lombok, Beberapa Bukit Longsor di Sembalun

"Malah itu berhasil dengan baik recoverynya, 2 tahun rampung," tandas Sutopo.

Gempa Lombok dan sekitarnya terjadi pertama pada 29 Juli 2018 berkekuatan 6,4 SR, kemudian disusul gempa 7 SR pada 5 Agustus, juga 6,5 SR pada 19 Agustus siang dan 6,9 SR pada 19 Agustus malam. Dari peristiwa tersebut, data dalam lima hari terakhir menyebutkan 515 korban meninggal, ribuan warga luka-luka dan banyak bangunan rusak.






Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

10 hari lalu

Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

Bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk korban banjir di Provinsi Sindh telah tiba di Karachi, Pakistan


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

10 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

11 hari lalu

Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut banjir Pakistan telah memaksa kurang lebih 800 ribu warga mengungsi.


Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

21 hari lalu

Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus enam tersangka kasus penipuan investasi suntik modal alkes yang mengatasnamakan BNPB.


BNPB Minta Beberapa Daerah Waspada Intensitas Hujan Tinggi Pekan Ini

24 hari lalu

BNPB Minta Beberapa Daerah Waspada Intensitas Hujan Tinggi Pekan Ini

BNPB juga jelaskan sebab banjir Kalimantan dan sebut pemulihan ekosistem bisa butuh 20 tahun.


Curah Hujan Tinggi di Pulau Sulawesi dan Banjir Potongan Kayu di Banggai

31 hari lalu

Curah Hujan Tinggi di Pulau Sulawesi dan Banjir Potongan Kayu di Banggai

BNPB meminta masyarakat di Sulawesi mewaspadai curah hujan tinggi sepuluh hari pertama September ini.


Gempa Bengkulu Malam Tadi, BNPB Minta Warga Antisipasi Potensi Guncangan Susulan

45 hari lalu

Gempa Bengkulu Malam Tadi, BNPB Minta Warga Antisipasi Potensi Guncangan Susulan

BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan demi mengantisipasi potensi gempa Bengkulu susulan.


Gempa Bengkulu 6,7 Magnitudo, BPBD Belum Terima Laporan Kerusakan

45 hari lalu

Gempa Bengkulu 6,7 Magnitudo, BPBD Belum Terima Laporan Kerusakan

Gempa Bengkulu berkekuatan magnitudo 6,7 (dimutakhirkan menjadi 6,5 M) mengguncang pada Selasa, 23 Agustus 2022 pukul 21.31 WIB.


Banjir di 92 RT Jakarta Sudah Surut Seluruhnya Dini Hari Tadi

17 Juli 2022

Banjir di 92 RT Jakarta Sudah Surut Seluruhnya Dini Hari Tadi

Hujan deras sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi membuat 92 RT di Jakarta terendam banjir


BNPB: 18 Kecamatan di Jakarta Masih Rawan Banjir hingga Besok

17 Juli 2022

BNPB: 18 Kecamatan di Jakarta Masih Rawan Banjir hingga Besok

BNPB menyatakan 18 kecamatan di wilayah DKI Jakarta rawan mengalami banjir hingga Senin, 18 Juli 2022.