Korban Gempa Lombok Butuh Transfusi, PMI Solo Kirim Stok Darah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang diambil dari cuplikan video ini menunjukkan seorang pria bersorban menangis saat berhasil diselamatkan dari reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok, NTB, 6 Agustus 2018. Sambil menangis dan mengucap syukur, pria itu langsung dibawa ke tempat yang lebih aman setelah diperkirakan terjebak semalaman. Ivan Fadillah/Indonesia Military via AP

    Foto yang diambil dari cuplikan video ini menunjukkan seorang pria bersorban menangis saat berhasil diselamatkan dari reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok, NTB, 6 Agustus 2018. Sambil menangis dan mengucap syukur, pria itu langsung dibawa ke tempat yang lebih aman setelah diperkirakan terjebak semalaman. Ivan Fadillah/Indonesia Military via AP

    TEMPO.CO, Solo - Palang Merah Indonesia (PMI) Solo mengirimkan bantuan berupa darah ke lokasi bencana gempa Lombok, Selasa 7 Agustus 2018. Bantuan itu dikirim menggunakan pesawat komersial. “Ada 50 kantung darah yang dikirimkan,” kata Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto.

    Bantuan dikirimkan mengingat banyaknya korban bencana yang terluka dan membutuhkan tranfusi darah.

    Baca:
    Gempa Lombok, Tim Evakuasi Temukan Mayat di Reruntuhan Masjid

    Gempa Lombok, Gubernur NTB Instruksikan Langkah Penanganan Ini

    Menurut Sumartono, pengiriman bantuan dalam bentuk darah segar secara teknis cukup rumit. “Darah harus sampai ke lokasi dalam waktu kurang dari lima jam agar tidak rusak,” ujar dia.

    Kondisi itu membuat PMI Solo harus mencari jadwal penerbangan yang paling cepat. Mereka akhirnya berhasil mendapatkannya dari salah satu maskapai. “Meski harus berangkat dari Bandara Yogyakarta.”

    Baca: Gempa Lombok, Gubernur NTB Instruksikan ...

    Selain itu, PMI juga harus mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan untuk membawa bantuan itu. “Karena bantuannya berupa cairan dan harus masuk kokpit.”

    Selain bantuan darah, PMI Solo juga telah memberangkatkan 11 tenaga kesehatan ke Lombok. Mereka membawa sejumlah obat-obatan serta kendaraan operasional dan ambulans untuk penanganan korban gempa Lombok. “Kami juga mengirimkan seribu helai tikar yang disumbangkan oleh PT Plevia,” kata Sumartono.

    Simak: Mesut Ozil Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa Lombok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.