Selasa, 14 Agustus 2018

Gempa Lombok, Tim Evakuasi Temukan Mayat di Reruntuhan Masjid

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim siaga bencana AMNT bersama anggota TNI berusaha mengeluarkan korban selamat dari reruntuhan akibat gempa di Desa Pemenang Timur, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 7 Agustus 2018. Kabupaten Lombok Utara merupakan daerah yang paling banyak mengalami kerusakan akibat gempa, Ahad malam lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Tim siaga bencana AMNT bersama anggota TNI berusaha mengeluarkan korban selamat dari reruntuhan akibat gempa di Desa Pemenang Timur, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 7 Agustus 2018. Kabupaten Lombok Utara merupakan daerah yang paling banyak mengalami kerusakan akibat gempa, Ahad malam lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim evakuasi gabungan menemukan sesosok jasad korban gempa Lombok yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan masjid ambruk di Karang Pangsor, Desa Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Selasa malam 7 Agustus 2018.

    Baca juga: Wiranto Bantah Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa Lombok di 3 Gili

    "Kami lihat, baru ada satu korban yang bisa dipastikan kondisinya sudah meninggal dunia. Posisinya dibawah pilar besar, jadi tertindih, itu yang harus dikeluarkan dulu, baru bisa (mayat) nya dievakuasi," kata Ida Bagus Ngurah, Koordinator evakuasi dari Basarnas Mataram yang ditemui wartawan di lokasi kejadian gempa, Selasa malam.

    Dari pantauan Antara, tim evakuasi gabungan menemukan jenazah itu dengan bantuan alat berat ekskavator.

    Sebagai koordinator evakuasi, Bagus memutuskan untuk evakuasi hari pertama di Masjid Jami'ul Jamaah ini dilanjutkan hingga pukul 20.00 Wita.

    "Kami tetap lanjutkan sampai jam delapan malam. Kalau pun tidak memungkinkan, upaya akan dilanjutkan besok pagi," ujarnya.

    Dengan bantuan penerangan lampu dari mesin genset yang menyorot ke posisi sesosok korban tersebut, tim evakuasi gabungan mengandalkan alat berat ekskavator untuk memindahkan pilar yang menimpanya.

    Baca juga: Gempa Lombok, Ini Kendala Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

    "Memang butuh waktu, tapi semoga bisa selesai malam ini," ucapnya.

    Sampai saat ini BNPB telah merilis 105 warga NTB menjadi korbaneninggal akibat gempa Lombok. Namun jumlah korban meninggal dunia pascagempa bumi berkekuatan 7 SR yang terjadi Minggu (5/8) malam, diprediksi akan terus bertambah karena diperkirakan masih banyak korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.