Jumat, 17 Agustus 2018

Ada Gempa Besar seperti Gempa Lombok? Ini yang Harus Diwaspadai

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para turis asing membawa barang mereka saat dievakuasi keluar dari Gili Trawangan setelah gempa mengguncang Lombok, Senin, 6 Agustus 2018. Ribuan wisatawan dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal Kabupaten Lombok Utara. REUTERS/Beawiharta

    Para turis asing membawa barang mereka saat dievakuasi keluar dari Gili Trawangan setelah gempa mengguncang Lombok, Senin, 6 Agustus 2018. Ribuan wisatawan dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal Kabupaten Lombok Utara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Timur, PVMBG, M Arifin Joko Pradipto mengatakan korban yang jatuh akibat peristiwa seperti gempa Lombok bukan disebabkan oleh gempa secara langsung. “Kematian tidak disebabkan oleh gempa, tapi oleh robohnya bangunan,” kata dia kepada Tempo di Bandung, Selasa, 6 Agustus 2018.

    Gempa, termasuk gempa Lombok, tidak menimbulkan kematian. “Yang menimbulkan kematian itu adalah bangunan yang roboh.”

    Baca:
    Gempa Lombok Kemarin Terbesar di Zona Subduksi Flores Back Arc
    Evakuasi Lambat, BNPB Memastikan Korban Gempa Lombok Bertambah

    Faktor lainnya yang harus diwaspadai saat terjadi gempa besar adalah kualitas bangunan di wilayah gempa. “Apakah bangunan itu sederhana, atau punya kekuatan menahan gempa. Misalnya memiliki kolom beton, kalau tidak, biasanya gampang rusak,” kata dia.

    Arifin mengatakan besar tidaknya goncangan gempa bisa dinilai dari hitungan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) atau skala goncangan yang dihasilkan gempa. “Yang berbahaya itu kalau sudah di atas VII MMI, orang sudah harus keluar rumah.”

    Baca: Gempa Lombok, Ini Kendala Penanganan dan ...

    Guncangan gempa dengan skala itu bisa membuat kerusakan ringan pada rumah dengan konstruksi yang baik. “Konstruksi bangunan kuat juga retak, apalagi pada kualitas bangunan di bawahnya.” Plester semen di dinding akan lepas dan air mulai keruh akibat guncangan.

    BMKG melansir gempa Lombok Utara dengan kekuatan 5,5 Skala Richter pada Selasa, 7 Agustus 2018 pada pukul 01:21:19. Pusat gempa berada di lokasi 8,18 Lintang Selatan-116,29 Bujur Timur tercatat berasal dari kedalaman 10 kilometer. BMKG mencatat gempa terasa di Lombok Barat (II MMI), Lombok Tengah (II-III MMI), serta Denpasar dan Kuta (II-III MMI).

    Simak: Gempa Lombok, Gubernur NTB Instruksikan Langkah Penanganan Ini

    Gempa di bidang yang sama juga terjadi pada 7 Agustus 2018, pukul 07.13.25 dengan lokasi 8,17 lintang selatan-116,23 bujur timur berjarak 23 kilometer dari Lombok Utara. Gempa dengan kekuatan 4,1 skala Richter itu berasal dari kedalaman 10 kilometer. Gempa itu terasa di Mataram (II MMI).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.