Kamis, 18 Oktober 2018

Mengapa Gempa Lombok Terjadi Terus-terusan? Ini Penjelasan PVMBG

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melihat reruntuhan bangunan akibat gempa yang menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Ahad, 5 Agustus 2018. Dikabarkan 50 orang dirawat di RSUD Provinsi di Mataram, karena terluka. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Sejumlah warga melihat reruntuhan bangunan akibat gempa yang menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Ahad, 5 Agustus 2018. Dikabarkan 50 orang dirawat di RSUD Provinsi di Mataram, karena terluka. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kasbani, mengatakan banyaknya kelompok sesar di busur Flores, di sekitar kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan gempa Lombok tidak langsung berhenti. “Kalau daerah ini terjadi gempa, tidak langsung berhenti karena banyak sesar di sana,” kata dia di kantornya, Bandung, Senin, 6 Agustus 2018. 

    Gempa Lombok yang berselang sepekan, yakni 29 Juli dan 5 Agustus 2018, berasal dari zona yang sama. “Gempa-gempa ini berada dalam zona yang sama, zona Flores Back Arc Thrust,” ujar Kasbani.

    Baca: 
    Gempa Lombok, Ini Kendala Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
    Pasca-Gempa Lombok, Terjadi 132 Kali Guncangan Susulan

    Zona subduksi atau thrust memanjang di utara Pulau Lombok hingga Flores. Panjangnya jauh lebih pendek dari zona subduksi di bagian selatan jajaran pulau-pulau itu, yakni zona subduksi akibat pertemuan lempeng benua yang memanjang dari Aceh, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, sampai Pulau Timor. “Zona ini adalah busur vulkanik di sepanjang pulau-pulau itu, ada hunjaman,” ucap Kasbani.

    Kasbani mengatakan dua gempa Lombok berikut gempa susulannya berasal dari kelompok sesar di busur Flores. Kelompok-kelompok sesar naik, kata dia, arah sudutnya naik dari selatan (dari utara menghunjam ke bawah). “Thrust (subduksi) itu di zona ini,” tuturnya. Gempa inilah yang menyebabkan kerusakan karena paling dekat dengan lokasi gempa.

    Baca: Gempa Lombok Utara, Satu Keluarga Meninggal ...

    Namun Kasbani mengaku belum bisa memastikan apakah gempa itu berasal dari satu sesar yang sama. "Di sana sesarnya banyak, bidangnya naik," katanya. "Berada di dalam satu zona, tapi bisa berbeda bidang."

    Kepala Sub-Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Timur PVMBG M. Arifin Joko Pradipto mengatakan zona subduksi Flores Back Arc merupakan kelompok sesar naik yang memanjang di utara Pulau Lombok, Sumbawa, sampai Flores. “Arahnya naik dari selatan ke utara,” ujarnya, Senin.

    Simak: BMKG: Peluruhan Gempa Lombok Berlangsung ...

    Arifin menuturkan, karena lokasi tiga pulau itu relatif dekat dengan zona subduksi busur Flores, tiga pulau itu hampir seluruhnya masuk kategori rawan gempa bumi menengah dalam Peta Kerawanan Bencana Gempa Bumi. “Rawan gempa menengah itu kekuatan goncangannya maksimum bisa VII-VIII MMI,” ucapnya.

    Hingga siang ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa Lombok 91 orang dan luka-luka 209 orang. Pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kode-Kode Rahasia Izin Meikarta dan Besar Suap yang Mengalir

    Inilah oknum-oknum yang diduga menerima suap izin Meikarta dan kode-kode yang diduga digunakan untuk menyamarkan permufakatan ilegal itu.