Novel Baswedan Kembali, KPK: Tuan Presiden, Janjinya Mana?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 28 Mei 2018. Yudi Purnomo Harahap terpilih sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK periode 2018-2020 menggantikan Novel. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 28 Mei 2018. Yudi Purnomo Harahap terpilih sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK periode 2018-2020 menggantikan Novel. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Selembar spanduk bertulisan, "Tuan Presiden, Janjinya Mana?" menyambut kedatangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang kembali bekerja hari ini.

    Baca juga: Maafkan Penyerangnya, Novel Baswedan: Saya Ingin Move On

    Spanduk tersebut terpampang di pintu keluar gedung KPK, lengkap dengan foto Novel dan tulisan “16 bulan kasus Novel Gelap Gulita”. Selain itu, poster bertulisan “Novel Kembali Presiden ke Mana” juga dipasang di gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

    Ungkapan itu merupakan wujud kekecewaan KPK terhadap Presiden Joko Widodo yang belum kunjung membentuk tim gabungan pencarian fakta (TGPF). "Sekarang Novel kembali, tapi Presiden ke mana?" ujar Ketua Wadah Kepegawaian KPK Yudi Purnomo, Jumat, 27 Juli 2018.

    Sudah setahun lewat sejak Novel Baswedan diserang orang tak dikenal pada April 2017. Novel disiram menggunakan air keras seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan. Namun, hingga kini, polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan tersebut.

    Baca juga: Setahun Setelah Penyerangan Novel, Apa Saja yang Terjadi Seputar Kasus ini?

    Hari ini, Novel bekerja kembali. Dia dipercaya menjabat posisi penyidik. Pimpinan dan mantan pimpinan KPK menyambut kedatangan Novel. Terlihat Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan karyawan KPK. Selain itu, terlihat sejumlah organisasi, seperti Lembaga Bantuan Hukum dan Pemuda Muhammadiyah, yang datang ke gedung KPK.

    Mereka bergantian memberi pelukan dan jabatan tangan atas kembalinya Novel. Novel mengaku bersyukur bisa kembali bekerja dan berterima kasih atas dukungan yang dia terima selama ini. "Saya akan jalani semaksimal mungkin," ujarnya.

    Terkait dengan penyerangan terhadap dirinya, Novel Baswedan akan terus mendesak Presiden Jokowi mengungkap kasusnya tersebut. Dia tetap berkeyakinan kepolisian tidak bisa mengungkap penyiraman air keras itu. "Karena itu, saya tetap mendesak Presiden sebagai atasan Polri," katanya.

    Baca juga: Novel Baswedan Lihat Pelaku Penyiraman Kembali Datangi Rumahnya

    Ketua KPK Agus Rahardjo menyebutkan akan terus melanjutkan pengungkapan kasus ini. "Nanti jika bertemu dengan Presiden, kami akan bicarakan tentang pengungkapan kasus ini," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe