Hari Anak Nasional, KPAI Catat Kasus Bullying Paling Banyak

Reporter

Ketua KPAI Susanto (tengah) bersama Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Rizki Handayani (kedua kiri) saat jumpa wartawan di kantor Ketua KPI Pusat, Menteng, Selasa, 12 Juni 2018. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2018, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengekspose hasil pengawasan kasus selama 2018. Ada sembilan bidang yang merilis hasil pengawasan kasus sepanjang 2018, salah satunya bidang pendidikan.

Baca: Pesan Penting Menteri Yohana Yambise di Hari Anak Nasional 2018

Data bidang pendidikan, kasus anak pelaku kekerasan dan bullying yang paling banyak terjadi. “Dari 161 kasus, 41 kasus di antaranya adalah kasus anak pelaku kekerasan dan bullying,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada Tempo pada Senin, 23 Juli 2018.

Retno merinci, data kasus bidang pendidikan dikategorikan menjadi lima bentuk yakni; anak korban tawuran, anak pelaku tawuran, anak korban kekerasan dan bullying, anak pelaku kekerasan dan bullying, dan anak korban kebijakan (pungli, dikeluarkan dari sekolah, tidak boleh ikut ujian, dan putus sekolah).

Baca: Hari Anak Nasional, KPAI Kampanye Stop Bullying Bareng Young Lex

Menurut data KPAI, jumlah kasus pendidikan per tanggal 30 Mei 2018, berjumlah 161 kasus, adapun rinciannya; anak korban tawuran sebanyak 23 kasus atau 14,3 persen, anak pelaku tawuran sebanyak 31 kasus atau 19,3 persen, anak korban kekerasan dan bullying sebanyak 36 kasus atau 22,4 persen, anak pelaku kekerasan dan bullying sebanyak 41 kasus atau 25,5 persen, dan anak korban kebijakan (pungli, dikeluarkan dari sekolah, tidak boleh ikut ujian, dan putus sekolah) sebanyak 30 kasus atau 18,7 persen.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional kali ini, KPAI akan mengkampanyekan stop bullying dan menggelar roadshow ke beberapa daerah dengan menggandeng Young Lex dan Surya Film.

Baca: Hari Anak Nasional, KPAI dan Catatan Kekerasan Terhadap Anak

Retno Listyarti mengatakan, KPAI akan mensosialisasikan dampak buruk bully bagi tumbuh kembang anak. Nantinya, ucap dia, Young Lex akan menyampaikan tips kepada siswa dalam menghadapi cyber bullying. "Para artis Surya Film juga menyampaikan pengalaman mereka dirundung saat menjadi siswa dan bagaimana harus berjuang mengatasinya," tuturnya.

Rangkaian acara kampanye stop bullying ke sekolah-sekolah ini ditutup dengan memilih lima siswa untuk menjadi duta stop bullying di sekolah. Selain itu, semua elemen sekolah akan membacakan petisi serta membuat cap telapak tangan ppada petisi. "Cap telapak tangan ini menyimbolkan tolak bully dan kekerasan dalam bentuk apa pun," ucap Retno.

Roadshow yang digelar KPAI di 13 kota di Indonesia ini sudah berlangsung mulai 17 Juli 2018 hingga 31 Juli 2018 nanti. Beberapa kota tersebut adalah Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, Palembang dan Makassar.






Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

22 jam lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


KPAI Minta Empat Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan Dapat Rehabilitasi Maksimal

4 hari lalu

KPAI Minta Empat Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan Dapat Rehabilitasi Maksimal

Empat anak terduga pelaku pemerkosaan masih berusia antara 11 dan 14 tahun.


KPAI Soroti Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, Kejahatan Luar Biasa

5 hari lalu

KPAI Soroti Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, Kejahatan Luar Biasa

Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah menyoroti kasus remaja yang disekap dan dijadikan PSK.


KPAI Sarankan Anak Ferdy Sambo Diasuh Keluarga Terdekat

30 hari lalu

KPAI Sarankan Anak Ferdy Sambo Diasuh Keluarga Terdekat

Sikap KPAI berbeda dengan Ketua LPAI Seto Mulyadi yang menginginkan anak bungsu Ferdy Sambo tetap diasuh ibunya, Putri Candrawathi.


Kak Seto Minta Polri Lindungi Anak Ferdy Sambo dari Dampak Labeling Publik

32 hari lalu

Kak Seto Minta Polri Lindungi Anak Ferdy Sambo dari Dampak Labeling Publik

Kak Seto menyatakan adanya labelisasi yang disematkan pada anak misalnya pada kasus Ferdy Sambo dapat mempengaruhi tumbuh kembang psikologisnya.


Kak Seto Sebut Anak Bungsu Ferdy Sambo Masih Butuh Pendampingan dari Putri Candrawathi

32 hari lalu

Kak Seto Sebut Anak Bungsu Ferdy Sambo Masih Butuh Pendampingan dari Putri Candrawathi

Kak Seto mengusulkan jika nantinya Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo diputuskan ditahan maka cukup tahanan kota


Psikolog dan Pengajar untuk Anak Ferdy Sambo, Kak Seto: Sudah Siap Semua

34 hari lalu

Psikolog dan Pengajar untuk Anak Ferdy Sambo, Kak Seto: Sudah Siap Semua

Kak Seto menjelaskan sudah menyiapkan lembaga pendidikan informal ramah anak lengkap dengan pendidiknya bagi anak-anak Ferdy Sambo


Ikatan Dokter Anak Ingatkan Pakai Masker yang Benar di Sekolah

38 hari lalu

Ikatan Dokter Anak Ingatkan Pakai Masker yang Benar di Sekolah

Pemakaian masker yang baik dan benar merupakan salah satu upaya mengurangi risiko terpapar Covid-19 di tengah pandemi yang masih berlangsung.


Kasus Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Disdikpora Sebut SMAN 1 Banguntapan Bantul Langgar Aturan

47 hari lalu

Kasus Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Disdikpora Sebut SMAN 1 Banguntapan Bantul Langgar Aturan

SMAN 1 Banguntapan Bantul melanggar aturan karena tak memberikan opsi kepada siswi untuk tidak menggunakan jilbab meskipun tak ada kewajiban.


Kekerasan terhadap Anak Marak, Perhimpunan Perempuan: Seharusnya Aman dan Nyaman

50 hari lalu

Kekerasan terhadap Anak Marak, Perhimpunan Perempuan: Seharusnya Aman dan Nyaman

Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) mengedukasi warga DKI Jakarta untuk mencegah kekerasan terhadap anak dengan segala bentuknya.