Hari Anak Nasional, KPAI dan Catatan Kekerasan Terhadap Anak

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPAI Susanto (tengah) bersama Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Rizki Handayani (kedua kiri) saat jumpa wartawan di kantor Ketua KPI Pusat, Menteng, Selasa, 12 Juni 2018. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

    Ketua KPAI Susanto (tengah) bersama Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Rizki Handayani (kedua kiri) saat jumpa wartawan di kantor Ketua KPI Pusat, Menteng, Selasa, 12 Juni 2018. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki beberapa catatan ihwal kasus pelanggaran terhadap hak anak dalam peringatan Hari Anak Nasional pada hari ini, Senin 23 Juli 2018. Ketua KPAI Susanto mengatakan, tren pelanggaran hak anak saat ini terus bergeser. “Kekerasan fisik relatif turun, namun kekerasan psikis dan verbal masih terjadi,” ujar Susanto saat dihubungi Tempo pada Senin, 23 Juli 2018.

    Baca: Pesan Penting Menteri Yohana Yambise di Hari Anak Nasional 2018

    Untuk itu, ujar Susanto, perlindungan anak harus jadi gerakan bersama, bukan kerjaan parsial apalagi sektoral. “Tanpa gerakan bersama, rasanya sulit melakukan percepatan untuk mewujudkan Indonesia ramah anak,” ujar dia.

    Kekerasan verbal dan bully, lanjut dia, juga tidak boleh terjadi dalam berbagai lini kehidupan anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kelompok teman sepermainan, komunitas, maupun dunia hiburan. “Hari Anak Nasional harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan dalam perlindungan hak anak,” ujar dia.

    Baca: Hari Anak Nasional, KPAI Kampanye Stop Bullying Bareng Young Lex

    Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional kali ini, KPAI juga akan mengkampanyekan stop bullying dan menggelar roadshow di beberapa daerah dengan menggandeng Young Lex dan Surya Film melakukan roadshow ke sejumlah sekolah.

    Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, KPAI akan mensosialisasikan dampak buruk bully bagi tumbuh kembang anak. Nantinya, ucap dia, Young Lex akan menyampaikan tips kepada siswa dalam menghadapi cyber bullying. "Para artis Surya Film juga menyampaikan pengalaman mereka dirundung saat menjadi siswa dan bagaimana harus berjuang mengatasinya," tuturnya.

    Baca juga: Hari Pertama Sekolah, KPAI Minta Stop Perploncoan

    Rangkaian acara kampanye stop bullying ke sekolah-sekolah ini ditutup dengan memilih lima siswa untuk menjadi duta stop bullying di sekolah. Selain itu, semua elemen sekolah akan membacakan petisi serta membuat cap telapak tangan pada petisi. "Cap telapak tangan ini menyimbolkan tolak bully dan kekerasan dalam bentuk apa pun," ucap Retno.

    Roadshow yang digelar KPAI di 13 kota di Indonesia ini sudah berlangsung mulai 17 Juli 2018 hingga 31 Juli 2018 nanti. Beberapa kota tersebut adalah Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, Palembang dan Makassar.

    Baca juga: Hari Anak Nasional, Menteri Yohana : Putus Rantai Kekerasan Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.