Di HUT PKB, Muhaimin Iskandar Menggoda Airlangga Hartarto

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan pasir bertemakan JOIN (Jokowi-Muhaimin) ditampilkan saat peringatan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa ke-20 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, 22 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Lukisan pasir bertemakan JOIN (Jokowi-Muhaimin) ditampilkan saat peringatan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa ke-20 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, 22 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menggoda Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan di peringatan hari lahir PKB di Grand Sahid Jaya Hotel, Ahad, 22 Juli 2018. Pada perayaan HUT PKB ke-20, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan para petinggi partai politik diundang sebagai tamu penting.

    Baca: Soal Pemilih NU, Muhaimin Iskandar: Pak JK Ferrari, Saya Alphard

    Saat memberi sambutan, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyapa para tamu yang hadir. Pertama, dia menyebut Presiden Jokowi, para menteri, dan para pimpinan partai politik. Saat hendak menyapa Airlangga, ia menyelipkan guyonan.

    "Yang saya hormati Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sahabat saya, senior saya, juga sekaligus pesaing cawapres," katanya, disambut gelak tawa hadirin.

    Muhaimin dan Airlangga saat ini sedang bersaing merebut hati Jokowi untuk dipilih menjadi calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2019. PKB bahkan telah mendeklarasikan Muhaimin sebagai cawapres Jokowi.

    Baca: PKB Sebut Tetap Bersama Jokowi Meski Kadernya Tak Jadi Cawapres

    PKB bahkan mengkampanyekan istilah Join yang berasal dari singkatan Jokowi dan Muhaimin. Para kader PKB di sejumlah tempat berpartisipasi dengan membuka posko-posko dukungan untuk Join.

    Presiden Jokowi secara terbuka telah menyampaikan bahwa Muhaimin dan Airlangga memang masuk sebagai kandidat calon pendampingnya. Dalam kesempatan berbeda, Jokowi menyebut nama kedua pimpinan partai tersebut.

    "Saya harus ngomong apa adanya, salah satu nama itu adalah Pak Muhaimin Iskandar," kata Jokowi di Palembang, 18 Juli lalu.

    Baca: Ketika Muhaimin Bergurau Minta Uang Transfer ke Surya Paloh

    Sementara itu, saat menghadiri acara Partai NasDem di Jakarta pekan lalu, Jokowi juga menyebut Airlangga menjadi salah satu kandidat cawapres. "Dia masuk," ucapnya 16 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.