Selasa, 17 September 2019

PKB Sebut Tetap Bersama Jokowi Meski Kadernya Tak Jadi Cawapres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) bersama Panglima Santri  Nusantara Muhaimin Iskandar (kiri) mengangkat bola boling saat mencoba lintasan arena Jakabaring Boling Center, Palembang, Sumatera, Selatan, Sabtu 14 Juli 2018. Presiden Jokowi didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja, mengunjungi arena boling untuk memastikan kesiapannya untuk pelaksanaan Asian Games 2018. ANTARA

    Presiden Jokowi (kanan) bersama Panglima Santri Nusantara Muhaimin Iskandar (kiri) mengangkat bola boling saat mencoba lintasan arena Jakabaring Boling Center, Palembang, Sumatera, Selatan, Sabtu 14 Juli 2018. Presiden Jokowi didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja, mengunjungi arena boling untuk memastikan kesiapannya untuk pelaksanaan Asian Games 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq mengatakan partainya akan tetap mendukung Presiden Joko Widodo siapapun calon wakil presidennya. Termasuk, kata dia, jika kader PKB tak dipilih jadi pendamping Jokowi.

    "Saya kira PKB akan tetap mendukung Jokowi," kata Maman di Kantor Wakil Presiden, Jakarta pada Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Dukungan PKB ke Jokowi Bisa Naikkan Elektabilitas Partai

    PKB mengusulkan nama Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjadi cawapres Jokowi. Muhaimin bahkan sudah mendeklarasikan diri sendiri ingin mendampingi Jokowi karena merasa memenuhi kriteria yang dibutuhkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Maman mengatakan dirinya merupakan salah satu pendorong Muhaimin untuk mendeklarasikan diri. Ia berharap langkah tersebut memicu keberanian dari seluruh partai untuk membuktikan partai tak hanya jadi kendaraan semata, tapi juga melahirkan kader yang mumpuni.

    Baca: Ini Perbandingan Muhaimin dan Airlangga Jika Jadi Cawapres Jokowi

    Deklarasi Muhaimin juga disebutnya sebagai motivasi bagi semua orang. Siapapun boleh bermimpi menjadi presiden atau wakil presiden. "Saya juga ingin mengatakan bahwa Pak Jokowi tidak boleh dibiarkan sendiri, jangan-jangan Jokowi secara infrastruktur tapi gagal membangun demokrasi sehingga orang takut untuk menjadi lawannya Jokowi," ujar Maman.

    Ia pun berharap Pilpres 2019 nanti tak hanya diikuti oleh dua pasangan calon. "Jangan sampai dua pasang kayak kemarin. Sakitnya tuh sampai hari ini," kata Maman.

    Baca: Pengamat Perkirakan PKB Membelot Jika Tak Setuju Cawapres Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.