Ketika Muhaimin Bergurau Minta Uang Transfer ke Surya Paloh

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar saat mengikuti Khaul Waliyullah Syekh Abdullah Angga Derpa dan Kyai Harun, serta santunan anak yatim. Di komplek Kapal Bosok, Kampung Darangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug Kota Serang, Banten, Jumat, 13 Juli 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar saat mengikuti Khaul Waliyullah Syekh Abdullah Angga Derpa dan Kyai Harun, serta santunan anak yatim. Di komplek Kapal Bosok, Kampung Darangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug Kota Serang, Banten, Jumat, 13 Juli 2018. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar bergurau ihwal uang transfer calon anggota legislatif dari partainya ke Partai NasDem. Muhaimin mengatakan dirinya sudah meminta uang biaya transfer kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

    Baca: Muhaimin Iskandar Salah Satu dari Lima Bakal Cawapres Jokowi

    "Saya sudah bilang ke Pak Surya, kalau sepak bola, klub yang awal harus dapat dana transfer. Saya tunggu sampai sekarang belum datang-datang nih," kata Muhaimin di kantor Dewan Pengurus Pusat PKB, Jalan Raden Saleh, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juli 2018.

    Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) menjawab pertanyaan media setelah melakukan pertemuan dengan mantan Ketua KPK, Abraham Samad, di kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. Surya mengaku menggoda Abraham dengan kemungkinan maju dalam pemilihan presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Muhaimin mengatakan, dia masih merayu Surya Paloh agar memberikan biaya transfer ke partainya. "Saya lagi ngerayu Bang Surya Paloh supaya ada nilai transfernya. Coba sepak bola berapa? Dua T (triliun) ya?" ucapnya. Perkataan Muhaimin sontak disambut tawa jajaran DPP PKB dan para pewarta yang hadir di acara itu.

    Baca juga: Lucky Hakim Bantah Tudingan Transfer Fee Rp 5 Miliar dari Nasdem

    Khisna Mukti, politikus PKB yang sebelumnya duduk di Komisi Pemuda dan Olahraga, memutuskan pindah ke partai yang dipimpin Surya Paloh. Pada Pemilu 2019 nanti, Khirsna akan maju caleg lewat Partai NasDem.

    Dalam kesempatan itu, Muhaimin menyampaikan PKB merasa kehilangan karena kadernya itu pindah partai. Namun, menurut dia, politikus pindah partai menjelang Pemilu merupakan hal yang lazim dalam politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.