Selasa, 17 September 2019

Soal Pemilih NU, Muhaimin Iskandar: Pak JK Ferrari, Saya Alphard

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR di Pondok Pesantren Assullamy, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 19 Juli 2018, malam.

    Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR di Pondok Pesantren Assullamy, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 19 Juli 2018, malam.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla ibarat mobil Ferrari. Di sisi lain, Muhaimin mengumpamakan dirinya sebagai Alphard.

    Baca juga: Jokowi dan Cak Imin Salaman, Peserta Munas IKA PMII: Join....

    Hal ini disampaikan Muhaimin saat ditanya ihwal perbandingan suara pemilih Nahdlatul Ulama antara dirinya dan JK.

    "Pak JK itu kalau mobil Ferrari, penumpangnya sedikit di NU. Kalau saya Alphard, mobilnya diisi banyak orang bisa," kata Muhaimin di kantor Dewan Pengurus Pusat PKB, Jalan Raden Saleh, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juli 2018.

    Muhaimin mengakui, dia dan JK sama-sama memiliki konstituen kalangan nahdliyin. Namun, Muhaimin mengklaim memiliki lebih banyak pemilih di kalangan nahdliyin.

    Baca juga: 3.000 Santri Geruduk Jakarta Dukung Cak Imin Cawapres Jokowi

    "Jadi Pak JK itu NU yang tidak bawa penumpang NU yang besar," kata Muhaimin, menyambung permisalannya soal Ferrari dan Alphard.

    Muhaimin sekaligus merespons kemungkinan JK maju kembali menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi di pemilihan presiden 2019. Kemungkinan itu menguat dengan diajukannya permohonan uji materi pasal 169 huruf n Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi. Uji materi itu diajukan oleh Partai Persatuan Indonesia atau Perindo.

    Perindo menyoal aturan yang membatasi masa jabatan wakil presiden sebanyak dua periode. Selain mengajukan argumen ihwal multitafsirnya pasal tersebut, Perindo pun terang-terangan menyatakan ingin mengajukan JK menjadi cawapres Jokowi.

    Baca juga: Muhaimin Iskandar Salah Satu dari Lima Bakal Cawapres Jokowi

    Muhaimin Iskandar mengatakan, dia menghormati uji materi tersebut, termasuk keputusan JK menjadi pihak terkait dalam permohonan itu. Muhaimin menyadari JK bisa menjadi pesaingnya jika MK mengabulkan permohonan tersebut. "Tapi ya kita bersaing secara fair saja siapa yang terbaik untuk negeri ini," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.