Minggu, 22 September 2019

Bertemu Fadli Zon di Georgia, Moeldoko Bahas Politik Terkini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko bersama Fadli Zon. twitter.com

    Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko bersama Fadli Zon. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi Open Government Partnership 2018 di Tblisi, Georgia, Rabu, 18 Juli 2018. Pertemuan terjadi saat Moeldoko diundang makan malam duta besar Indonesia untuk Ukraina merangkap Georgia dan Armenia, Yuddy Chrisnandi.

    Baca juga: Relawan Jodoh Dorong Moeldoko Jadi Cawapres Jokowi

    Dalam pertemuan itu, Moeldoko dan Fadli Zon saling bertukar informasi terkait dengan berbagai inspirasi yang didapat dari praktik politik di Georgia, baik dari sisi eksekutif maupun legislatif. Keduanya juga membahas situasi politik dalam negeri.

    Pembicaraan Moeldoko dan Fadli Zon itu membahas dinamika perbedaan pendapat di masyarakat yang makin menghangat jelang hajatan pemilihan umum dan pemilihan presiden atau pilpres 2019. "Sepanjang pada batas wajar berdemokrasi, situasi ini dipandang sehat dan kami yakin tak menyebabkan perpecahan," kata Moeldoko seperti dikutip dari laman ksp.go.id, Rabu, 18 Juli 2018.

    Menurut Moeldoko, kondisi seperti ini menjadi indikasi masyarakat mulai berani mengambil posisi atas pandangan politik yang merupakan bagian penting dari proses pendewasaan bernegara. "KSP mendengar," ucap Moeldoko dalam akun Twitter miliknya, @GeneralMoeldoko.

    Baca juga: Moeldoko: Total Hidup Saya untuk Pak Jokowi

    Moeldoko juga mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bahwa jangan sampai perbedaan politik dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, juga pemilihan anggota legislatif merusak persaudaraan di antara seluruh warga negara Indonesia.

    Menurut dia, Indonesia sudah menunjukkan pilkada serentak 2018 di 171 wilayah provinsi dan kabupaten/kota dapat berjalan damai serta tanpa gejolak. (*)

    Baca juga Serial Bisnis Milenial: Jawara Digital Marketing Dewa Eka Prayoga Melawan Kemustahilan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.