Sabtu, 21 Juli 2018

Relawan Jodoh Dorong Moeldoko Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko meniup lilin dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-61 di Taman Suropati, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko meniup lilin dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-61 di Taman Suropati, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Bandung-Ketua Umum Relawan Jokowi (Joko Widodo)-Moeldoko Hebat (Jodoh), Ivan Pandapotan Purba, mengklaim bahwa dua bulan terakhir wacana menyandingkan Kepala Staf Presiden itu sebagai cawapres Jokowi makin menguat.

    “Pengamatan kami bahwa tren pasangan Jokowi-Moeldoko makin positif. Dan branding Jodoh ini sudah sangat populer karena enak didengar telinga. Kalau orang berjodoh itu mantap, habis jodoh, menikahi,” kata Ivan dalam konfrensi pers di Bandung, Rabu, 11 Juli 2018.

    Baca: Hadir di Acara Ulama Muda, Jokowi Didampingi Moeldoko dan Teten

    Kelompok relawan ini mendeklarasikan dukungannya pada Moeldoko sejak awal Mei 2018  di Bandung. Menurut Ivan, dari pengamatan relawan, ada sejumlah alasan menguatnya dukungan pada Moeldoko menjadi pendamping Jokowi.

    “Masyarakat berfikir bahwa kalau pilpres itu nanti, tantangan kampanye Jokowi lebih berat. Terpilih pun akan lebih berat lagi. Jadi butuh sosok pemimpin yang kuat backup Jokowi. Profil itu ada di Muldoko,” ujar dia.

    Simak: Moeldoko: Total Hidup Saya untuk Pak Jokowi

    Ivan mengklaim masyarakat tertarik dengan figur Moeldoko selain karena latar belakang militernya, jejak rekam mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu relatif  bersih. “Orang tertarik mencalonkan Moeldoko karena rekam jejaknya yang clear. Tidak terlibat kasus HAM, korupsi, moral, dan isu-isu murahan. Bersih dari gosip,” kata dia.

    Ivan menuturkan harta kekayaan Moeldoko juga masuk akal dengan latar belakang mertuanya sebagai pengusaha konstruksi dan transportasi. Kedua anak Moldoko pun, ujar dia, tidak terlibat bisnis dan proyek memanfaatkan jabatan orang tuanya.

    Lihat: Ulang Tahun, Moeldoko Didukung Jadi Cawapres Jokowi 2019

    “Kita tahu anak pejabat terlibat proyek, dan akhirnya kasus. Anak-anaknya (Moeldoko) tidak bermain di seputar kedudukan ayahnya,” kata dia. Menurut Ivan satu-satunya kelemahan Moeldoko hanya sulit tersenyum. “Kurang satu. Kurang seyum, mukanya sering ditekuk."

    Latar belakang militer Moeldoko dianggap pas buat pendamping Jokowi. “Masyarakat lebih senang tentara karean tentara sekarang berbda dengan zaman Orba. Tentara sekarang di ajarkan profesionalisme, HAM, dan demokrasi. Dan ada Undang-Undang 34/2014 (tentang TNI), udah gak bisa macam-macam kaya dulu,” kata Ivan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.