Pramono dan Tjahjo Tak Jadi Caleg, PDIP: Strategis di Kabinet

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Menpar Arief Yahya (kedua kiri), Mensesneg Pratikno (kedua kanan), Seskab Pramono Anung (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (kiri) bersantai saat mengunjungi kawasan wisata Kuta, Bali, 22 Desember 2017.  ANTARA

    Presiden Jokowi bersama Menpar Arief Yahya (kedua kiri), Mensesneg Pratikno (kedua kanan), Seskab Pramono Anung (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (kiri) bersantai saat mengunjungi kawasan wisata Kuta, Bali, 22 Desember 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan alasan partainya tak mencalonkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Hasto mengatakan partai mempertimbangkan fungsi kedua menteri tersebut yang strategis dan penting di kabinet.

    "Pak Pram, beliau menjalankan fungsi yang sangat strategis sebagai sekretaris kabinet yang harus selalu berada di sekitar Presiden," kata Hasto di kantor Dewan Pengurus Pusat PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juli 2018.

    Baca: Tak Tahu Dijadikan Caleg, Kapitra Ampera Bakal Temui PDIP

    Hasto pun menyampaikan alasan senada menyangkut Tjahjo. Menurut dia, peran Tjahjo sebagai Menteri Dalam Negeri pun sangat krusial di tahun politik ini.

    "Ini tahun politik, beliau harus menjaga stabilitas politik dalam negeri yang sangat penting," ujar Hasto.

    PDIP resmi mendaftarkan dua kader partai yang menjabat menteri sebagai calon anggota legislatif. Keduanya yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly. Puan akan maju dari daerah pemilihan Jawa Tengah 5, sedangkan Yasonna maju dari dapil Sumatera Utara 1.

    Baca: Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, Jadi Caleg PDIP

    Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sortadurga sebelumnya mengatakan, partai memberi kesempatan kepada para menteri untuk mengikuti pemilihan legislatif 2019. Eriko mengatakan partai cenderung menginginkan menterinya ikut pileg. Sebab, menurut dia, partai menilai perolehan suara para menteri PDIP menjanjikan jika mengikuti pileg 2019.

    Namun, Pramono Anung kemudian mengungkapkan bahwa ada sejumlah menteri yang dilarang oleh Presiden Jokowi untuk maju caleg. Dua menteri di antaranya yakni dirinya dan Tjahjo. Pramono pun mengungkapkan alasan yang senada dengan yang disampaikan Hasto. "Kami lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Ada menteri yang akan bergabung, tetapi kemudian efektivitas pemerintah itu sangat penting," kata Hasto.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.