Kapitra Ampera Tak Mau Dituduh Pindah Haluan Gabung ke PDIP

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapitra Ampera. TEMPO/Imam Sukamto

    Kapitra Ampera. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu calon legislator DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Kapitra Ampera mengatakan statusnya sebagai caleg PDIP masih belum jelas. Ia masih menunggu konfirmasi langsung dari PDIP.

    Baca: Tak Tahu Dijadikan Caleg, Kapitra Ampera Bakal Temui PDIP

    Karena itu, Kapitra tak ingin dituduh pindah haluan dengan bergabung dengan PDIP. Apalagi, sebelumnya, dirinya terlibat dalam pergerakan aksi Bela Islam karena menjadi pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

    "Katakan, seumpamanya saya caleg PDIP, lalu saya kafir, saya cebong? Yang benar saja," kata Kapitra saat ditemui di kawasan Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018.

    Menurut Kapitra, dari data yang dia terima, sebanyak 70 persen anggota PDIP adalah orang Islam. Selain itu, kata dia, pemilih PDIP yang beragama Islam juga banyak.

    Baca: Alasan Kapitra Ampera Tak Lagi Jadi Pengacara Rizieq Shihab

    Ia menegaskan tidak terikat dengan kelompok atau partai mana pun selain organisasinya sebagai advokat. Keberadaannya di aksi Bela Islam itu hanya bagian kecil, sebagai garda advokasi bersama yang lain. Menurut dia, hal itu dilakukannya karena menjalankan profesinya sebagai advokat. "Dan itu sudah selesai," ucapnya.

    Kapitra belum memutuskan untuk menerima pencalonan dirinya oleh PDIP sebagai anggota DPR. Ia pun berencana meminta konfirmasi PDIP terkait pencalonanya itu.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Kapitra Ampera maju menjadi caleg dari PDIP. Kapitra maju dari daerah pemilihan Sumatera Barat. "Yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil Sumatera Barat," kata Hasto pada Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Novel Bamukmin: Kapitra Ampera Bukan Pengacara Rizieq Shihab Lagi

    PDIP, kata Hasto, selalu menampung aspirasi masyarakat untuk setiap caleg, seperti Kapitra Ampera. Ia menegaskan Kapitra juga warga negara yang harus ditampung aspirasinya. "Apa pun aliran politiknya, mereka adalah bangsa yang harus diajak berdialog," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.