Rabu, 17 Oktober 2018

Janji Khusus Pendiri PKS Yusuf Supendi untuk Partai Barunya, PDIP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusuf Supendi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Yusuf Supendi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera atau PKS yang dulu Partai Keadilan tidak “hanya” hengkang dan menjadi calon legislator atau caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) biasa. Yusuf yang pernah bergabung dengan Partai Hanura besutan Wiranto itu punya janji khusus untuk PDIP yang menurut dia, disebut banyak kalangan sebagai partai antiIslam dan simpatisan PKI.   

    "Jika sekarang PDIP dipersepsikan sebagai partai antiIslam dan simpatisan PKI, saya bersama rekan-rekan akan berupaya mengubah persepsi itu." Janji itu disampaikan Yusuf secara tertulis dan diterima Tempo, Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Pendiri PKS Yusuf Supendi, Gabung Hanura, Lalu Jadi ...

    Yusuf akan maju sebagai caleg Daerah Pemilihan V Jabar, Kabupaten Bogor. Ia mengaku tidak sembarangan memilih PDIP. Sebelum memutuskannya, ia terlebih dahulu bertafakur, mohon izin dan doa restu dari ibunda tercinta, serta berkonsultasi kepada para tokoh agama, jamaah pengajian, peneliti, dan para pengacara. “Maka mantaplah pilihan dan ijtihad politik saya bergabung dengan PDIP."

    Selain itu, Yusuf memutuskan untuk pindah ke PDIP karena membaca berbagai hasil riset, salah satunya riset Saiful Mujani. Riset Saiful, kata Yusuf, menunjukkan 70 persen pemilih PDIP yang dikenal berideologi nasionalis dan abangan itu adalah kaum santri, muslim yang taat beragama.

    Baca: Yusuf Supendi Menjadi Caleg PDIP, PKS Tidak Risau

    Yusuf Supendi diberhentikan dari PKS pada 2010, saat menjabat Wakil Ketua Dewan Syariah PKS karena alasan moral. Yusuf menggugat PKS atas pemecatan itu, namun gugatannya ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2012.

    Tak hanya memperkarakan PKS, mantan anggota DPR Komisi X periode 2004-2009 ini pernah melaporkan para petinggi PKS atas dugaan menerima gratifikasi dan penggelembungan dana seorang calon Gubernur DKI Jakarta, 2009. Ia juga pernah melaporkan Nasir Djamil dan Mahfudz Siddiq, kader yang juga keluar dari PKS. Nasir dan Mahfudz dilaporkan dengan tudingan pencemaran nama baik dan fitnah.

    Baca juga: Ini Arti Yusuf Supendi bagi PKS Sekarang

    Sekeluarnya dari PKS, pada 2013, Yusuf Supendi bergabung ke Partai Hanura. Di Partai besutan Wiranto itu, caleg PDIP itu maju menjadi calon legislatif DPR pada pemilu 2014, namun gagal mendapat kursi.

    Simak: Tak Jadi Caleg, Fahri Hamzah Ingin Bereskan Konflik ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.