Tidak Izin AHY, Demokrat Menyoal Pertemuan Kadernya dengan PDIP

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua biro kaderisasi utama DPP Demokrat Muhammad Husni Thamrin (tengah), bersama ketua divisi kajian strategis DPP Demokrat Ulil Abshar Abdalla (kiri), dan sekretaris penegakan HAM DPP Demokrat Rachland Nashidik. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua biro kaderisasi utama DPP Demokrat Muhammad Husni Thamrin (tengah), bersama ketua divisi kajian strategis DPP Demokrat Ulil Abshar Abdalla (kiri), dan sekretaris penegakan HAM DPP Demokrat Rachland Nashidik. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat mempersoalkan Agus Hermanto yang bertemu dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu bertemu dengan Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Juli 2018.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan partai sedang menunggu penjelasan dari Agus soal pertemuan tersebut. “DPP Partai Demokrat sedang menunggu penjelasan Agus Hermanto, Wakil Ketua DPR, ikhwal inisiatif pribadinya menemui PDIP,” ujar Rachland lewat keteranganya pada Jumat, 13 Juli 2018.

    Baca: Bendera Demokrat di Ruang Sekjen PDIP, Hasto: Tafsirkan Sendiri

    Menurut Rachland, Agus tidak memberitahu pimpinan partai bahwa dia akan menemui PDIP. Kendati tidak dilarang, kata dia, setiap kader seharusnya mengomunikasikan ide atau rencananya lebih dulu kepada pimpinan partai. Minimal, Rachland mengatakan Agus seharunya memberitahu Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Apalagi jika pertemuan tersebut terkait langkah politik seperti pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Sampai saat ini, Rachland mengatakan pertemuan itu dilakukan atas nama Agus sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Agus memang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.

    Pertemuan antara Agus dengan Hasto berlangsung di ruang kerja Sekjen PDIP itu. Hasto dan Agus duduk di dua kursi sandar yang dipisahkan sebuah meja. Terdapat bendera Partai Demokrat dan PDIP berukuran kecil di atas meja tersebut. Hasto tidak menjelaskan maksud dari dua bendera. Hasto mempersilakan awak media menafsirkan sendiri.

    Simak juga: SBY Sampaikan Lima Kontrak Politik Capres ala Partai Demokrat

    Hasto mengatakan pertemuan itu membahas komitmen partai menguatkan demokrasi berbangsa dan bernegara. Selain itu, Hasto mengatakan bahwa dia dan Agus juga membahas hal-hal strategis terkait pilpres 2019. "Pada prinsipnya, ketika seluruh komponen bangsa bicara tentang rakyat, tidak mustahil ruang kerja sama ini akan terbuka ke depan," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta pada Jumat, 13 Juli 2018.

    Sementara itu, Agus Hermanto mengatakan kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi politik. Ke depannya, kata dia, akan ada pertemuan lanjutan antara PDIP dan Partai Demokrat. "Ini keinginan kami untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat kerja-kerja yang kami laksanakan bersama," kata Agus di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.