Senin, 23 Juli 2018

SBY: Demokrat Punya Dua Pertimbangan Soal Capres dan Cawapres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor DPP Partai Demokrat, untuk memantau quick count Pilkada, di Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor DPP Partai Demokrat, untuk memantau quick count Pilkada, di Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tampil langsung menyampaikan hasil sidang perdana majelis tinggi partai yang diadakan pada Senin, 9 Juli 2018. Sidang digelar untuk menentukan sikap partai ihwal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung pada pilpres 2019.

    Dalam sidang ini, ada dua kerangka berpikir atau bahan pertimbangan bagi Demokrat untuk menetapkan pasangan yang diusung. Pertama, pasangan tersebut memberikan manfaat bagi partainya. "Sudah barang tentu sesuai dengan kepentingan partai politik manapun," kata SBY melalui video berdurasi 13.58 menit yang diterima Tempo pada Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: Airlangga Bertemu SBY, Puan Yakin Golkar Komitmen Dukung Jokowi

    Salah satunya, kata SBY, pasangan tersebut memberikan manfaat bagi kader Demokrat dalam menghadapi pemilihan legislatif 2019 "Terus terang karena Partai Demokrat juga memiliki kader unggulan," kata dia. Bahkan beberapa kader juga dinilai memiliki elektabilitas tinggi jika diusung sebagai calon wakil presiden.

    Sementara pertimbangan kedua adalah visi dan misi pasangan capres dan cawapres harus sesuai dengan kepentingan rakyat. Kebijakan yang ditempuh pasangan capres, kata SBY, harus bisa menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat. "Itu penting," ujarnya.

    Baca: Sekjen Demokrat Sebut Ada Pembahasan Poros Ketiga di Pilpres 2019

    Sebelumnya, SBY juga mengumumkan bahwa sidang ini sepakat pada tiga opsi pasangan capres cawapres. Opsi pertama mengusung Joko Widodo dan kedua mengusung Prabowo Subianto. "Apabila poros ketiga bisa kami bentuk, Demokrat akan mengusung calon presiden lain, selain Pak Jokowi dan Pak Prabowo," kata SBY.

    Rencana mengusung calon presiden memang bagian dari skenario Demokrat. Melalui poros ketiga, Demokrat berwacana untuk mengusung sang putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai capres atau cawapres. Walaupun saat ini poros ketiga itu belum benar-benar dibentuk.

    Ketiga opsi masih akan dibahas oleh majelis tinggi dalam empat minggu ke depan. Jika telah menemukan keputusan final, pasangan yang akan diusung Demokrat nanti akan diminta menandatangani kontrak politik sebagai wujud dari pertimbangan sebelumnya.

    Baca: Ingin Dukung Jokowi, Permintaan TGB Bertemu SBY Belum Dijawab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.