Senin, 19 November 2018

Kapolda Papua Jelaskan Serangan ke Kelompok Bersenjata di Nduga

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polisi Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. Tempo/Syafiul Hadi

    Kepala Polisi Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar membantah kabar yang menyatakan tidak adanya koordinasi antara TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Nduga, Papua, dalam melakukan penyerangan di kampung Angguru. Kampung tersebut diduga telah diduduki kelompok bersenjata.

    "Saya sudah rapat dengan Bupati Nduga, bersama Gubernur dan Panglima Kodam (Pangdam)," ujar Boy melalui pesan pendek, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca juga: Polisi Hilang Pasca-Pilkada Papua, Polda Turunkan 100 Personel

    Polisi, kata Boy, terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga membunuh tiga warga sipil dan satu orang anak di Keneyam. "Apa kita harus tunggu korban lebih banyak lagi? Mohon jangan terpengaruh propaganda kelompok tersebut," katanya.

    Sebelumnya, rangkaian penyerangan di sekitar penyelenggaraan pilkada serentak 2018 ini disebut sengaja dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata tersebut. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan kelompok tersebut sengaja melakukan aksi untuk mengacaukan pelaksanaan pilkada di Papua.

    "Artinya, mereka memanfaatkan momen ini untuk mengganggu dan menunjukkan eksistensi mereka. Semua tahu orang sibuk dengan pilkada, maka mereka melakukan kegiatan agar mereka dikenal dan eksis," ujar Setyo.

    Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut. Jumlah personel keamanan juga terus ditambah.

    Sebelum pilkada, kelompok bersenjata melakukan penembakan terhadap pesawat Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada 25 Juni 2018. Pesawat tersebut mengangkut logistik pilkada dan 15 personel Brimob Polri.

    Baca juga: Petugas Menemukan Satu Lagi Jenazah Polisi yang Hilang di Papua

    Dalam peristiwa itu, kelompok tersebut menembaki warga di sekitar Bandara Kenyam dan menewaskan tiga warga sipil serta melukai satu anak. Aksi tersebut telah mengakibatkan ditundanya pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Nduga.

    Kemudian, penembakan dikabarkan kembali terjadi di sekitar Bandara Nduga, Rabu, 27 Juni 2018. Kelompok bersenjata melakukan penembakan tak terarah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Masih di hari yang sama, kelompok bersenjata menembaki warga dan aparat di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dua anggota Polri dan kepala distrik yang membawa surat suara tewas ditembak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.