Gelombang Pengungsian Terjadi dari Nduga ke Kabupaten Asmat Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengungsi asal Kenyam, Kabupaten Nduga hingga kini terus berdatangan ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Agats merupakan daerah tetangga terdekat dari Kenyam menyusul semakin meningkatnya gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata di wilayah itu akhir-akhir ini.

    Kepala Dinas Sosial Asmat Amir Makhmud yang dihubungi dari Timika, mengatakan, sebanyak 116 pengungsi Kenyam kini ditampung sementara di rumah sewa Dinas Sosial Asmat, Gereja Kristen Injili Agats dan Rumah Adat Tongkonan Ikatan Keluarga Toraja Asmat.

    Baca juga: Polisi Hilang Pasca-Pilkada Papua, Polda Turunkan 100 Personel

    "Pengungsi warga non Papua dengan jumlah sebanyak 66 orang untuk sementara menempati Rumah Tongkonan Agats. Sedangkan 50 warga asli Papua ditempatkan di rumah sewa di Jalan Amborep Agats," kata Amir.

    Menurut dia, Kabupaten Asmat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga memang menjadi pilihan utama warga saat mengungsi dari Kenyam setelah situasi keamanan di daerah itu mencekam pascateror penembakan kelompok bersenjata.

    Para pengungsi harus menempuh perjalanan belasan jam dari Batas Batu ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat dengan menumpang perahu motor menyusuri sungai-sungai lebar yang sangat banyak di wilayah itu.

    Aksi pengungsian besar-besaran warga Kenyam tidak saja dilakukan oleh warga non Papua yang bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, peternak maupun aparatur pemerintah di Kabupaten Nduga, tetapi juga dilakukan oleh warga asli Papua asal Yahukimo, Jayawijaya dan sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

    Amir memperkirakan gelombang pengungsian warga Kenyam ke Agats Asmat masih akan terus bertambah beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: 2 Polisi Hilang seusai Penyerangan di Papua, Belum Ditemukan

    Para pengungsi yang sementara ditampung di Agats Asmat rencananya akan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Mereka masih menunggu kedatangan kapal Pelni, KM Leuser yang dijadwalkan akan singgah di Pelabuhan Agats Asmat pada 11 Juli dan selanjutnya berlayar menuju Pelabuhan Paumako Timika, Papua.

    Hingga kini sudah dua gelombang pengungsi Kenyam tiba di Timika. Gelombang pertama pengungsi Kenyam tiba di Timika pada Minggu 1 Juli 2018 dengan jumlah sebanyak 45 orang menggunakan KM Tatamailau dari Agats Asmat.

    Selanjutnya pada Rabu (4/7) sebanyak 106 pengungsi Kenyam juga tiba di Timika menggunakan KM Sirimau dari Agats Asmat.

    Informasi yang diterima Antara di Timika, Pemkab Asmat membantu memfasilitasi tiket kapal Pelni untuk mengangkut para pengungsi Kenyam ke Timika dengan menggelontorkan biaya sebesar Rp 162 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.