Wakapolri Syafruddin Beri Tenggat 1 Bulan Atasi Kejahatan Jalanan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di  Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal  Syafruddin menegaskan akan menyelesaikan gangguan keamanan berupa street crime atau kejahatan jalanan sebelum terselenggaranya Asian Games 2018. Ia mengancam akan mengganti pemimpin kepolisian di wilayah bila tidak mampu menyelesaikan perkara tersebut.

    "Kalau tidak terungkap saya kan sudah bilang, kita evalusi pemimpinnya, kapolresnya kapolseknya. Kita tinggal ganti aja, kan gampang. Satu bulan saya kasih waktu," kata Syafruddin di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca: Polri Berjanji Atasi Begal dan Penjambretan Seminggu Selesai

    Menurut Syafruddin kasus kejahatan jalanan bukan seperti fenomena terorisme yang  sulit terungkap. Ia menekankan agar para pemimpin kepolisian di daerah benar-benar memberikan atensi lebih pada peristiwa kejahatan jalanan.

    Apalagi, Asian Games 2018 yang akan dihadiri berbagi negara semakin dekat. Syafruddin yang juga menjabat sebagai Chief de Mission Kontingen Asian Games tidak ingin kompetisi olah raga terbesar di Asia tersebut terganggu karena kejahatan jalanan yang marak. Ia menilai, menyelesaikan kasus kejahatan jalanan adalah perkara mudah.

    Simak: Penjambretan Marak di Jakarta, Ini Kata Ahli Psikologi Forensik

    "Namanya street crime itu gampang mengatasinya, gampang menanganinya. Oleh karena itu, kami  beri waktu satu bulan. Begal street crime itu sama aja kaya miras oplosan, itu harus selesai. Gampang menyelesaikannya," kata Syafruddin.

    Syafruddin juga menilai tidak ada perubahan berarti dalam pola kejahatan jalanan yang terjadi. Kejahatan jalanan, kata dia, dapat ditekan bila intensitas opérasi di kewilayahan dimaksmalkan.

    Syafruddin 
    pun kembali menegaskan bahwa ucapannya untuk mencopot pemimpin kepolisian di wilayah bukan main-main. "Saya udah empat kali menyatakan, dan saya tidak pernah meleset ya. Satu bulan tidak selesai kita ganti, gampang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.