JK: Jokowi Kandidat Terbaik Capres 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum memimpin rapat terbatas tentang pengelolaan dana haji di Istana Bogor, Jawa Barat, 26 April 2018. Pemerintah memastikan pengelolaan dana haji harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta prinsip syariat Islam. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum memimpin rapat terbatas tentang pengelolaan dana haji di Istana Bogor, Jawa Barat, 26 April 2018. Pemerintah memastikan pengelolaan dana haji harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta prinsip syariat Islam. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan akan mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden 2019. Menurut dia, hingga kini, Jokowi masih menjadi kandidat terbaik jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang muncul.

    "Saya pasti akan mendukung yang terbaik. Dan saya anggap Pak Jokowi masih di antara..., yang terbaik itu bisa dilihat dari calon-calon yang ada, setidaknya sudah ada pengalaman," kata Kalla dalam wawancara dengan Tempo di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2018.

    Baca: JK Ogah Melawan Jokowi di Pilpres 2019

    Selain itu, Kalla membantah jika ia bakal berperan sebagai king maker dalam pemilihan presiden kali ini. Menurut dia, hal itu tidak bisa dilakukannya karena ia bukan pengurus partai.

    Namun, jika istilah king maker diartikan sebagai mendukung salah satu calon, kata Kalla, ia bakal memilih Jokowi. Ia menilai Jokowi tidak punya tujuan lain selain demi kemajuan bangsa jika maju lagi sebagai calon presiden 2019.

    Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyarankan agar Jokowi cermat dalam memilih calon wakil presidennya. Ia menjelaskan, calon wakil presiden Jokowi harus bisa menambah elektabilitasnya, yang menurut sejumlah lembaga survei masih di kisaran 40 persen.

    "Karena boleh dibilang, Pak Jokowi sudah mempunyai suara tertinggi, tapi belum mencapai 50 persen," ucapnya.

    Baca: JK Merasa Lebih Cocok dengan AHY Ketimbang Anies Baswedan

    Selain mendukung Jokowi, Kalla mengatakan segan jika harus bertarung melawannya dalam pemilihan presiden 2019. Belakangan ini, nama Kalla disebut-sebut hendak dirangkul Partai Demokrat dan memasangkannya dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai capres-cawapres 2019.

    Kalla menuturkan, andai maju sebagai calon presiden 2019, ia bakal kesulitan melawan Jokowi. "Bagaimana kami mengatakan bahwa saya lebih baik daripada Pak Jokowi, padahal kami sama-sama?" tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.