TGB Zainul Majdi Sampaikan Alasannya Dukung Jokowi Dua Periode

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (kanan) dan politikus PKS Zulkifliemansyah (kiri) di rumah dinasnya, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa malam, 4 Juli 2018. Istimewa.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (kanan) dan politikus PKS Zulkifliemansyah (kiri) di rumah dinasnya, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa malam, 4 Juli 2018. Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menyampaikan alasannya mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali maju pada pilpres 2019.

    TGB menilai program-program Jokowi tak akan rampung dalam satu periode pemerintahan. Ia ingin memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk merampungkan program-programnya. "Saya merasakan tidak cukup lima tahun mengeksekusi keutuhan visi misi program. Jadi butuh waktu yang relatif cukuplah, dua periode," kata TGB kepada Tempo, Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca: TGB Dukung Jokowi, Airlangga Hartarto: Kami Sudah Berkomunikasi

    TGB Zainul Majdi menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Dukungan itu disampaikan melalui foto yang tersebar melalui aplikasi perpesanan dan media sosial. Dalam foto itu, tampak foto TGB dan Jokowi, disertai tulisan "Kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat jadi pertimbangan. Beliau layak dan pantas diberi kesempatan dua periode. TGB, Jakarta, 4 Juli 2018. Dukungan tersebut santer dibicarakan sebab TGB mendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pemilihan presiden 2014.

    Menurut TGB, perubahan arah dukungan itu tak serta terjadi tiba-tiba saat ini. Ia mengatakan, dalam berbagai kesempatan, dia sudah sering menyampaikan soal NKRI dan moderasi Islam.

    TGB juga mengaku sudah kerap berpesan agar orang tidak berseteru dalam kontestasi pilpres nanti. "Kalau menyimak dengan utuh apa yang saya sampaikan di banyak tempat itu sebenarnya tidak mengejutkan," kata dia.

    Baca: Dulu Prabowo, Sekarang Dukung Jokowi, Begini Karir Politik TGB

    Sebelum kabar ini ramai beredar, nama TGB kerap masuk dalam sejumlah survei sebagai kandidat dalam pilpres. Seperti dalam survei Polcomm Institute, TGB memperoleh elektabilitas 1,75 persen. Nilai itu lebih tinggi daripada Gubernur DKI Anies Baswedan (1,58 persen) dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (0,75 persen).

    Selain itu, nama cucu pendiri organisasi Nahdlatul Wathan itu kerap dinilai berpotensi menjadi cawapres Jokowi. Pengamat politik dari Voxpol Center, Syarwi Pangi Chaniago, misalnya, menilai TGB Zainul Majdi cukup berpeluang menjadi cawapres Jokowi. Menurut Pangi, TGB merupakan sosok yang berpengalaman dalam politik dan memiliki ketokohan agama yang sangat kuat.

    Namun Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno membantah jika dukungan TGB disangkutkan dengan upaya TGB untuk menjadi cawapres Jokowi. "Jangan mereduksi kebesaran seseorang dengan metode dagang seperti itu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.