Kemensos akan Salurkan Bantuan Korban KM Sinar Bangun Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengunjungi keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun 5 di Pelabuhan Fery Tiga Ras Simalungun Sumatera Utara, Minggu, 24 Juni 2018.

    Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengunjungi keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun 5 di Pelabuhan Fery Tiga Ras Simalungun Sumatera Utara, Minggu, 24 Juni 2018.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan santunan untuk para keluarga korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba akan diserahkan kepada para ahli waris pada pekan depan.

    “Kami serahkan bantuan untuk ahli waris keluarga korban Danau Toba pekan depan, kalau tidak Selasa ya Rabu,” kata Idrus di Yogyakarta pada Rabu, 4 Juli 2018.

    Baca: Evakuasi KM Sinar Bangun Dihentikan, Bangkai Kapal Tak Diangkat

    Idrus mengatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun ini, besaran bantuan untuk setiap keluarga dari korban meninggal sebesar Rp 15 juta. Dengan jumlah korban meninggal hampir 160 orang, menurut Idrus, jumlah total santunan yang disiapkan pemerintah sekitar Rp 23 miliar.

    Dalam penyaluran bantuan untuk keluarga korban itu, kata Idrus, Kementerian Sosial hanya mempersyaratkan adanya surat rekomendasi dari pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Simalungun. Menurut dia, surat yang dimaksud sudah diterima oleh kementerian. “Rekomendasi dari bupati Simalungun sudah kami terima jadi bantuan bisa segera diberikan,” ujarnya.

    Baca: Pendidikan Anak Korban KM Sinar Bangun Dibantu Hingga Kuliah

    Dalam menyikapi kasus Danau Toba, Kementerian Sosial tak mempertimbangkan apakah kecelakaan tersebut adalah kasus bencana alam, non alam dan sosial. “Kami tanggungjawabnya bagaimana mengatasi dan membantu orang-orang yang menjadi korban dari peristiwa itu, jadi kami melihat akibat dari kasus itu,” ujarnya.

    Pemerintah telah resmi menghentikan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Dari data terakhir, ada sekitar 168 korban yang belum ditemukan, 21 korban selamat dan 3 ditemukan tewas.

    Baca: Kritik Fadli Zon Soal KM Sinar Bangun: Minta Bantuan Negara Lain


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.