Usai Diberi Nasihat JK, Airlangga Hartarto Enggan Berkomentar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengusap wajahnya saat memantau secara langsung hasil hitung cepat (<i>quick count</i>) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Airlangga mengatakan masih menunggu hasil penghitungan sah dari Komisi Pemilihan Umum. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengusap wajahnya saat memantau secara langsung hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Airlangga mengatakan masih menunggu hasil penghitungan sah dari Komisi Pemilihan Umum. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Keduanya bertemu di kantor Wakil Presiden di Jalan Veteran III, Jakarta.

    Airlangga tiba sekitar pukul 15.00 mengenakan mobil dinasnya. Pertemuan berjalan selama lebih dari satu jam. Sekitar 16.10 dia keluar dari Kantor Wakil Presiden.

    Baca: Bertemu Airlangga Hartarto, Jusuf Kalla Akan Beri Nasihat

    Airlangga tidak mau berkomentar kepada awak media tentang pertemuan tersebut. Seusai pertemuan dia memilih keluar dari pintu samping Kantor Wakil Presiden. Biasanya, tamu JK keluar dari pintu depan.

    Menteri Perindustrian itu langsung naik ke mobilnya. Ketika melewati awak media yang menunggu, Airlangga membuka kaca mobil lalu menangkupkan kedua tangannya. Mobil yang membawa Airlangga tak berhenti namun langsung meluncur ke pintu keluar Kantor Wakil Presiden.

    Siang tadi JK menyatakan akan bicara dalam perannya sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar dengan Airlangga. "Saya kan bekas Ketua Golkar, ketemu Ketua Golkar tentu menasihati," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Kemarin, Airlangga Hartarto membeberkan rencananya untuk bertemu dengan JK. Dia ingin berdiskusi soal Pilpres 2019, terutama setelah kabar JK dipasangkan dengan Agus Harimurthi Yudhoyono oleh Partai Demokrat mencuat. "Kan belum ada keputusan organisasi soal itu. Nanti saya bicara dengan beliau (JK)," kata Airlangga di kantor DPP Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin, 2 Juli 2018.

    Partai Demokrat beberapa hari lalu menyatakan serius ingin menyandingkan JK - AHY di pemilihan presiden 2019. Petinggi Partai Demokrat mulai mensosialisaikan duet JK-AHY sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019.

    Baca: Soal JK - AHY, PDIP: Semoga Golkar Imun terhadap Virus Demokrat

    Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari, misalnya, memasang gambar kartun wajah JK dan AHY di akun Facebook dan status Whatsapp-nya. "JK - AHY will coming soon," tulisnya, Ahad, 1 Juli 2018.

    Menanggapi itu, JK mengatakan kalimat 'JK-AHY coming soon' seperti pengumuman jadwal tayang film. "Kayak film aja," katanya sambil tertawa saat ditemui Tempo di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2018.

    JK menjelaskan hingga kini belum ada pembicaraan antara dia dan Partai Demokrat soal pemilihan presiden 2019 dan kans ia berpasangan dengan AHY.

    Lagipula, jika Partai Demokrat serius ingin menggaetnya, JK menyoroti aturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. Partai Demokrat yang hanya memiliki suara 10 persen, menurut JK, perlu mengajak dua partai lain bergabung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.