Mahasiswa Papua Protes Pembubaran Pemutaran Film di Malang

Ilustrasi Film (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Mahasiswa Papua memrotes pembubaran pemutaran film dan diskusi memperingati proklamasi West Papua ke 42, Ahad malam, 1 Juli 2018. Diskusi dan pemutaran film diselenggarakan di rumah kontrakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Jalan Lowokwaru, Malang. Aksi pembubaran juga menimbulkan bentrok antar massa.

"Kami diseret dipukul dan diusir," kata Juru bicara aliansi, Yohanes Giyai. Pemutaran film sejarah Papua, katanya, dihadiri 55 mahasiswa Papua. Pembubaran itu dianggap menghambat kebebasan berekspresi dan berpendapat. Apalagi aktivitas tersebut dilakukan di dalam rumah.

Baca juga: Pemutaran Film Mahasiswa Papua di Surabaya Dijaga Polisi

"Ini bagian dari pengembangan intelektual dan panggung akademik," ujar Giyai. Ia menuding diskusi dan putar film itu dibubarkan karena campur tangan militer dan polisi. Mereka memprovokasi warga hingga sempat terjadi bentrokan dan pemukulan. Tujuh orang mengalami luka lebam, dan berdarah karena pukulan.

Pelaku, katanya, bukan warga setempat. Ia mengaku selama sembilan tahun tinggal dan tak ada gesekan dengan warga. Lokasi bentrokan sekitar 35 meter dari Kepolisian Sektor Lowokwaru, Malang. Mereka juga menuntut 10 komputer jinjing dan empat telepon seluler milik mahasiswa asal Papua itu dikembalikan. "Perselisihan soal pemondokan itu pengalihan isu saja," ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris Besar Asfuri mengundang mahasiswa Papua dan warga setempat untuk mediasi pada Senin 2 Juli 2018. Mediasi juga dihadiri Komandan Kodim 0833 Letnan Kolonel Nurul Yakin dan Pelaksana Tugas Wali Kota Malang Sutiaji. "Tak ada personil polisi yang mengusir. Kami datang untuk mengamankan agar tak ada kerusuhan," ujarnya.

Baca juga: LBH Surabaya Sesalkan Pemutaran Film Mahasiswa Papua Dijaga Ketat

Sedangkan komputer jinjing dan telepon seluler milik mahasiswa asal Papua tersebut disita oleh Ketua RT setempat. Semua barang, katanya, tak ada dalam penguasaan polisi. "Semua disimpan Ketua RT, silahkan diambil," ujarnya.

Ketua RT 3 RW 4, Didit Widianto mengaku telah berkoordinasi dengan penghuni kontrakan agar tak memutar film di rumah kontrakan. Namun, tak membuahkan hasil. "Kita tak mengusir, tapi batas waktu kontrak rumah habis 20 Juni lalu," ujarnya.

Selain itu, dia menuding mahasiswa yang tinggal di sana sering mabuk-mabukan. Serta menimbulkan keresahan karena melepaskan anjing dan meludah sembarangan.






Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

3 jam lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

11 jam lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

13 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

3 hari lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

3 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

3 hari lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

4 hari lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

5 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

5 hari lalu

Polisi Tangkap Tersangka Pemasok Senjata dan Amunisi KKB di Timika

Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2022 kembali mengungkap jaringan pemasok senjata dan amunisi KKB Intan Jaya di Mimika.


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

6 hari lalu

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.