LBH Surabaya Sesalkan Pemutaran Film Mahasiswa Papua Dijaga Ketat

Ilustrasi Film (pixabay.com)

TEMPO.CO, Surabaya - Lembaga Bantuan Hukum Surabaya menyesalkan tindakan pengawalan secara berlebihan dari aparat keamanan terhadap acara diskusi dan pemutaran film The First Grader yang diselenggarakan Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Surabaya, Selasa malam, 27 Maret 2018

"LBH Surabaya secara kelembagaan menyesalkan dan menyayangkan tindakan pengawalan polisi secara berlebihan terhadap kegiatan temen-temen mahasiswa Papua," kata Kepala Bidang Penanganan Kasus LBH Surabaya, Hosnan, kepada Tempo, Selasa malam, 27 Maret 2018.

Baca: Pemutaran Film Mahasiswa Papua di Surabaya Dijaga Polisi

Meski acara yang dilaksanakan di Asrama Kamasan III Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, itu dibiarkan sampai selesai, dia menilai hal itu menimbulkan stigma yang tak bagus terhadap mahasiswa Papua setiap kali melakukan kegiatan. "Ini sudah beberapa kali aparat melakukannya."

Menurut Hosnan, aparat keamaan, dalam hal ini kepolisian, tidak perlu khawatir secara berlebihan ketika mahasiswa-mahasiswa asal Papua melakukan kegiatan. "Ada kekhawatiran berlebihan dari aparat keamanan ketika kegiatan itu dilakukan temen-temen mahasiswa Papua," katanya.

Bagaimanapun juga, kata dia, acara diskusi dan pemutar film merupakan bagian dari hak berekspresi setiap warga negara. Apalagi, lanjut dia, film yang diputar tidak bertentangan dengan ideologi negara. "Ini bagian dari kebebasan berekspresi secara akademik dengan melakukan kajian."

Baca: Di Selandia Baru, Jokowi Ungkap Alasannya Kerap ke Papua

Hosna menganggap tindakan pengawalan secara berlebihan yang dilakukan polisi terhadap mahasiswa-mahasiswa Pupua melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena telah membuat stigma buruk yang berhubungan dengan etnis. "Saya kira ini kasus pelanggaran HAM."

Karena itu, dia meminta polisi harus menjelaskan terkait apa yang sudah mereka lakukan. Hal tersebut harus dilakukan agar jelas, sehingga tidak ada stigma buruk lagi terhadap mahasiswa-mahasiswa Papua. "Saya khawatir polisi mendapatkan formasi yang keliru dan salah," katanya.

Acara diskusi dan pemutaran film yang bercerita tentang orang yang ingin mendapatkan akses pendidikan itu dijaga ketat puluhan polisi, baik yang berseragam maupun tidak. Penjagaan itu dilakukan dari luar asrama dari pukul 17.30-23.00.

Kepolsek Tambaksari, Komisaris Priyatno, mengatakan pengawalan dilakukan karena ada indikasi film yang diputar tentang kulit hitam. "Itu merupakan antisapasi ideologinya orang Papua," katanya saat dikonfirmasi Tempo. Selain itu, dia menilai film itu bertentangan dengan budaya bangsa.






Komnas HAM Kecewa Atas Vonis Bebas Kasus Paniai

1 jam lalu

Komnas HAM Kecewa Atas Vonis Bebas Kasus Paniai

Komnas HAM menyatakan putusan Kasus Paniai membuat keluarga korban kehilangan harapan untuk mencari keadilan.


Hakim Vonis Bebas Terdakwa Pelanggaran HAM Kasus Paniai

6 jam lalu

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Pelanggaran HAM Kasus Paniai

Terdakwa pelanggaran HAM kasus Paniai divonis bebas Pengadilan Negeri Makassar. Hakim menilai pelanggaran HAM tidak terbukti.


Sri Mulyani: Freeport adalah Aset yang Harus Kita Jaga Bersama

1 hari lalu

Sri Mulyani: Freeport adalah Aset yang Harus Kita Jaga Bersama

Sri Mulyani menyebut operasi penambangan bawah tanah PT Freeport Indonesia melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) telah berkontribusi sebesar $2 miliar bagi penerimaan negara


Unjuk Rasa 3 Hari di Mongolia Berujung Rusuh

2 hari lalu

Unjuk Rasa 3 Hari di Mongolia Berujung Rusuh

Unjuk rasa di Mongolia berujung ricuh saat demonstran merangsek ke Istana Negara dan mendapat perlawanan dari kepolisian anti-huru-hara


HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

2 hari lalu

HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Fadil Imran: Terus Melindungi, Mengayomi, dan Melayani

Polda Metro Jaya hari ini berulang tahun yang ke-73.


Kabar Terbaru Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Penyebab Tewas Terkuak hingga Nama Panggilan

2 hari lalu

Kabar Terbaru Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Penyebab Tewas Terkuak hingga Nama Panggilan

Polda Metro Jaya telah mengetahui penyebab kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Hasil penyelidikan akan diumumkan pada 9 Desember 2022.


Film Horor Indonesia hingga Drama Korea Baru Cha Eun Woo Tayang di Prime Video Desember 2022

2 hari lalu

Film Horor Indonesia hingga Drama Korea Baru Cha Eun Woo Tayang di Prime Video Desember 2022

Film horor Indonesia, film bertema Natal, hingga drama Korea Island yang dibintangi Cha Eun Woo tayang di Prime Video pada Desember 2022.


Mengenali Lukman Sardi Pemeran Arif Dirgantara dalam Serial Kupu-Kupu Malam

3 hari lalu

Mengenali Lukman Sardi Pemeran Arif Dirgantara dalam Serial Kupu-Kupu Malam

Serial Kupu-Kupu Malam akting dari artis generasi yang jauh, yaitu Lukman Sardi dan Michelle Ziudith


Violent Night Raup Rp 205 Miliar di Pekan Perdana, Duduki Peringkat Kedua Box Office

3 hari lalu

Violent Night Raup Rp 205 Miliar di Pekan Perdana, Duduki Peringkat Kedua Box Office

Violent Night berada di peringkat kedua Box Office dengan pendapatan Rp 205 miliar dari 3.682 bioskop Amerika Utara di pekan perdana penayangannya.


Adam Sandler Berhenti Baca Ulasan Kritikus Film Gara-gara Ini

3 hari lalu

Adam Sandler Berhenti Baca Ulasan Kritikus Film Gara-gara Ini

Adam Sandler trauma membaca ularsan dari kritikus film setelah membuat dan membintangi film Billy Madison (1995).