Bantah SBY, Pemprov Jabar: Tak Ada Penggeledahan di Rumah Wagub

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Deddy Mizwar menceritakan pengalamannya mudik usai bersilaturahmi dengan seluruh pegawai di Gedung Sate, Bandung, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Wakil Gubernur Deddy Mizwar menceritakan pengalamannya mudik usai bersilaturahmi dengan seluruh pegawai di Gedung Sate, Bandung, 22 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Sekretariat Daerah Jawa Barat Dedi Apendi membantah berita penggeledahan rumah dinas wakil gubernur di Jalan Rancabentang, Kota Bandung, oleh penjabat Gubernur, M. Iriawan. Rumah dinas itu sebelumnya ditempati Deddy Mizwar. “Saya yang bawanya. Enggak enaknya, kok, jadi begini?” katanya kepada Tempo di Bandung, Sabtu, 23 Juni 2018.

    Pada Kamis, 21 Juni 2018, Dedi mengatakan sempat menceritakan tentang 11 aset pemerintah Jawa Barat yang dikelola langsung Bagian Rumah Tangga. Saat itu, Iriawan spontan menuturkan ingin melihat aset-aset tersebut. Dedi mengajak Iriawan melihat Lapangan Gasibu dan Lapangan Sapura, dua aset milik pemerintah Jawa Barat yang dikelola langsung Bagian Rumah Tangga Sekretariat Daerah Jawa Barat.

    Baca: Sebab Ridwan Kamil Ungguli Deddy Mizwar meski Kalah Populer

    Kunjungan pagi itu tidak tuntas karena Iriawan harus menghadiri sejumlah kegiatan, termasuk memimpin rapat di Gedung Sate, Bandung, pada siang harinya. Rapat berlangsung hingga malam. Di sela rapat, Dedi mengaku sempat mengajak Iriawan salat magrib di ruang kerja Wakil Gubernur di lantai dua, tidak jauh dari ruang rapat. “Kalau ke ruang Pak Gubernur di bawah, jauh. Saya ajak saja ke ruang kerja Wagub, lebih dekat,” ujarnya.

    Dedi menuturkan Iriawan baru beres rapat menjelang pukul 10 malam. Dedi masih menemani Iriawan, yang memutuskan langsung pulang ke kediaman pribadinya. Saat itu, ia meminta Iriawan melanjutkan melihat-lihat sejumlah aset yang dikelola Bagian Rumah Tangga, yang paginya belum sempat disambangi sambil berjalan pulang.

    Malam itu Dedi menemani Iriawan mengunjungi sejumlah lokasi. Keduanya lewat rumah dinas Sekretariat Daerah Jawa Barat di Jalan Aria Jipang. Dedi sempat mengajaknya mampir, tapi Iriawan menolak karena sudah malam. Perjalanan diteruskan melewati Gedung Dekranasda.

    Simak: Survei Roda Tiga: Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Ungguli Rindu

    Di rumah dinas lama Wakil Gubernur di Jalan Haji Djuanda 148, Iriawan sempat mampir. Iriawan lalu memutuskan hendak pulang dan melanjutkan kunjungan keesokan harinya. “Sekalian saja, saya bilang. Kan besok Bapak banyak kegiatan, sekalian saja ke rumah dinas Wagub di Rancabentang,” ucap dia.

    Dedi mengajak Iriawan mengunjungi rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat, yang sebelumnya ditempati Deddy Mizwar, pada malam itu. “Sempat naik ke atas, terus turun lagi,” kata Dedi.

    Menurut Dedi, rumah dinas Wakil Gubernur itu sudah diserahkan kembali kepada pemerintah Jawa Barat pada 14 Februari 2018. Saat itu, Deddy hendak cuti kampanye. Karena itu, sekalian dilakukan serah-terima barang inventaris, termasuk rumah dan kendaraan dinas, yang sebelumnya dipergunakan Deddy.

    Lihat: Deddy Mizwar Optimistis Bisa Menang di Lumbung Suara Pesaing

    Ditemui terpisah, petugas jaga rumah dinas Wakil Gubernur membenarkan kunjungan Iriawan bersama Dedi, Kamis malam, 21 Juni 2018. “Hanya 10-an menit,” kata petugas jaga tersebut kepada Tempo, Sabtu, 23 Januari 2018.

    Menurut petugas jaga itu, Iriawan bersama Dedi masuk ke rumah dinas dan sempat naik ke lantai atas bangunan berlantai dua itu. Petugas jaga itu mengatakan, sehari-harinya, petugas jaga diperintahkan melarang siapa pun memasuki rumah dinas itu, kecuali petugas jaga, bagian rumah tangga, dan petugas kebersihan.

    Kabar penggeledahan mencuat setelah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyebutkan ada penggeledahan rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat, yang sempat dihuni Deddy Mizwar.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.