Ini Materi Kuliah Yahya Staquf di Israel yang Dikritik Fadli Zon

Mantan juru bicara (Jubir) Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya Cholil Staquf dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel, yang diprotes Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, tokoh agama Yahya Cholil Staquf menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama. "Kita sampai tidak mampu lagi membedakan bagaimana konflik ini bermula dan bagaimana seharusnya konflik ini diselesaikan," ujar Yahya dalam video yang diunggah di YouTube oleh AJC Global sebagai penyelenggara acara itu, Selasa, 11 Juni 2018.

Kuliah bertema "Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation" itu digelar di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem, pada 13 Juni 2018. Yahya berpendapat, dalam beberapa konflik di dunia, agama dijadikan justifikasi dan senjata. Sebagai kaum yang beragama, ia mempertanyakan apakah hal itu merupakan fungsi agama atau ada cara lain, yakni agama sebagai inspirasi untuk mencari solusi dari semua konflik.

Baca:
Wasekjen Gerindra Tuding Fadli Zon Hina ...
Gerindra: Fadli Zon Mengkritik, Bukan Menghina ...

Yahya menyebutkan salah satu ide yang ditawarkan Islam sebagai solusi bagi konflik di dunia, terutama konflik agama, adalah rahmat atau kasih sayang dan kepedulian satu sama lain.

Yahya berpendapat orang yang tidak memiliki rahmat dan kepedulian kepada orang lain tidak akan bisa memberikan keadilan bagi orang lain. "Rahmat adalah awal dari semua hal baik, yang selalu kita inginkan. Kita bisa bicara keadilan setelah kita memiliki rahmat," ucapnya.

Ia membacakan salah satu ayat Al-Quran dalam surat Ar Ra'd ayat 11. "Dalam Islam, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika suatu kaum itu tidak mengubah kondisinya sendiri," tuturnya. Ia mencontohkan, seorang dokter tidak akan bisa menyembuhkan penderita diabetes atau penyakit jantung selama pasien itu tidak mengubah pola hidupnya.

Baca:
Wasekjen Gerindra Keluar dari Partai, Gara-gara Fadli Zon ...
Kata Fadli Zon Soal Janjian Umroh Amien Rais ...

Menurut Yahya, dunia butuh perubahan, dan salah satu cara untuk melakukan perubahan dan menghentikan seluruh konflik di dunia adalah dengan rahmat. "Jika saya ingin berseru kepada dunia, saya akan serukan untuk memilih rahmat," katanya, yang langsung disambut tepuk tangan peserta kuliah.

Melalui akun Twitter-nya, Fadli Zon mengkritik, “Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pada perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden.”

Kritik Fadli memicu kemarahan Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Nuruzzaman. Menurut dia, Fadli Zon membelokkan ceramah Yahya menjadi hal yang bersifat politis, yaitu isu ganti presiden. "Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah,” ujar Nuruzzaman, yang memutuskan keluar dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.






Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

1 hari lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

1 hari lalu

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

1 hari lalu

Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024


Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

2 hari lalu

Jelang Pemilu 2024, Inilah 3 Parpol yang Saling Mengklaim sebagai Partai Wong Cilik

Menuju Pemilu 2024, setidaknya ada tiga parpol yang mengklaim sebagai partai wong cilik, Siapa saja mereka?


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

2 hari lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

2 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

2 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PDIP dan PKB Klaim Partai Wong Cilik, Gerindra Juga Mengaku Sama

3 hari lalu

PDIP dan PKB Klaim Partai Wong Cilik, Gerindra Juga Mengaku Sama

Menurut Dasco, lumbung suara Ketua Umum Gerindra Prabowo yang digadang-gadang menjadi capres 2024 juga berasal dari petani dan nelayan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

4 hari lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

5 hari lalu

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

Muhaimin Iskandar menyatakan telah sepakat dengan Prabowo Subianto untuk terus memperbesar koalisi mereka dengan merekrut partai lainnya.