Kemenkominfo Belum Terima Permintaan Awasi Medsos Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan terkait registrasi dan pengamanan data konsumen telko pada rapat kerja dengan Komisi I di Jakarta, 19 Maret 2018. Menkominfo menanggapi adanya isu kebocoran data pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar dengan NIK dan KK. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan terkait registrasi dan pengamanan data konsumen telko pada rapat kerja dengan Komisi I di Jakarta, 19 Maret 2018. Menkominfo menanggapi adanya isu kebocoran data pelanggan dalam proses registrasi kartu SIM prabayar dengan NIK dan KK. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum menerima permintaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi untuk mendata media sosial mahasiswa dalam rangka mencegah radikalisme di kampus.

    Rudiantara menyatakan siap membantu jika permintaan itu datang. Namun dia belum mengetahui seperti apa mekanisme yang akan diterapkan nanti. "Saya belum tahu mekanisme nanti. Akunnya yang mana. Kan saya bukan civitas akademika langsung," kata dia di Istana Wakil Presiden pada Jumat, 8 Juni 2018.

    Baca: Cegah Radikalisme, Mahasiswa Wajib Lapor Akun Medsos ke Kampus

    Menurut Rudiantara, mekanismenya akan dibahas dengan Kemenristekdikti sebagai pemilik kebijakan. Peran Kominfo nantinya, kata dia, hanya pendukung pelaksanaan pemantauan media sosial. "Secara teknis sih tidak jauh beda dengan apa yang dipantau polisi," ujarnya.

    Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir sebelumnya menyampaikan rencana untuk memantau media sosial mahasiswa untuk mencegah perkembangan paham radikal di perguruan tinggi. Ia menilai upaya ini penting lantaran masih ada mahasiswa yang memperoleh pengetahuan soal radikalisme dari media sosial.

    Baca: BNPT Diminta Jelaskan Metodologi Kampus Terpapar Radikalisme

    Nasir mengatakan mahasiswa yang terindikasi terpapar radikalisme lewat media sosialnya akan ditindak pihak kampus. Mereka akan dibina kembali ke asas Pancasila.

    Karena itu, Nasir berencana mengumpulkan rektor perguruan tinggi negeri dan Direktur Lembaga Kopertis untuk menangani penyebaran radikalisme di kampus. Pertemuan itu akan digelar pada 25 Juni 2018.

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan sejumlah perguruan tinggi negeri terpapar radikalisme. Lima kampus di antaranya adalah Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institus Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.