Mudik Itu Penting, Jusuf Kalla Berpesan untuk Pemudik di Kampung

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisi ceramah tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, 24 Mei 2018. Tim Media Wapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisi ceramah tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, 24 Mei 2018. Tim Media Wapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas 235 peserta mudik bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jalan Jenggala, Jakarta, Sabtu, 9 Juni 2018. JK memberikan pesan khusus sebelum para pemudik itu berangkat. 

    Para pemudik dimintanya agar tidak lupa berbelanja di kampung halaman masing-masing. "Berbelanja di daerah, supaya ekonomi daerah bisa hidup dengan baik," kata Jusuf Kalla untuk peserta mudik berbagai daerah di Pulau Jawa itu. Mereka meluncur dengan lima bus hasil kerja sama DMI dengan Tripurta Group. 

    Baca: 
    Jusuf Kalla Baru Lima Kali Buka Puasa di Rumah Ramadan Ini ...
    Buka Puasa Bersama DMI, JK Cerita Obrolan ...

    JK mengatakan kegiatan mudik bersama ini diadakan DMI untuk membantu para pengurus dan aktivis masjid yang ingin pulang kampung. "Kita di Indonesia, khususnya di Jawa, sangat penting sekali arti mudik itu untuk siapapun," ujar JK. 

    Ketua Panitia Pelaksana mudik bersama dengan DMI Tatang Hidayat mengatakan bus melaju ke tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Bus ke arah Jawa Barat akan mengakhiri perjalanan di Tasikmalaya.

    Baca:
    Jusuf Kalla Belum Dapat Data Soal 40 Masjid ...
    Jusuf Kalla: Pengurus Masjid Harus Bantu ...

    Bus ke Jawa Tengah akan berakhir di Solo dan bus ke Jawa Timur melaju hingga Surabaya. 

    Pemudik bisa memilih turun di lokasi-lokasi yang dilalui bus hingga ke tujuan akhir. "Ini hanya satu perjalanan," kata Tatang setelah acara Jusuf Kalla melepas pemudik. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.