Jusuf Kalla Belum Dapat Data Soal 40 Masjid Terpapar Radikalisme

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara buka bersama dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di masjid di komplek Kementerian Sosial, Jakarta, 26 Mei 2018. FOTO/Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara buka bersama dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di masjid di komplek Kementerian Sosial, Jakarta, 26 Mei 2018. FOTO/Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menerima laporan mengenai 40 masjid di Jakarta terindikasi menyuburkan paham radikalisme. Laporan itu pertama kali diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, kata dia, belum ada tindak lanjut dari pemerintah mengenai laporan ini. "Saya belum dapat," kata Kalla, yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, saat ditemui setelah menghadiri acara apel siaga dan pelepasan tim relawan PMI dalam Siaga Lebaran Tahun 2018 di Lapangan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Juni 2018.

    Baca juga: Cegah Radikalisme, Menristekdikti Akan Data Medsos Mahasiswa

    Menurut Kalla, laporan itu tetap akan dicermati meski hanya 40 masjid. Saat ini, kata dia, Jakarta memiliki setidaknya 10 ribu masjid dan musala, serta seluruh Indonesia sebanyak 800 ribu.

    Meski telah membeberkan laporan ini, Sandiaga masih bungkam mengenai nama 40 masjid tersebut. Ia hanya mengatakan telah mengantongi nama-nama masjid tersebut. "Ini data yang kami pegang tentunya akan kami pastikan ada pembinaan," ucap Sandiaga ketika ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

    Baca juga: Cegah Paham Radikal, Jejak Digital Media Sosial Mahasiswa Dilacak

    Atas laporan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai gencar membina masjid setelah ditemukan 40 masjid itu. "Pembinaan kepada sarana ibadah semua agama, baik itu masjid, musala, gereja, pura, wihara, maupun lainnya, dalam rangka NKRI tetap satu," kata Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual DKI Jakarta Hendra Hidayat di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

    Menurut Hendra, pembinaan tersebut tidak terbatas untuk 40 masjid yang terindikasi menyebar paham radikalisme tadi. Dia tak menjelaskan apa yang dilakukan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual DKI untuk mengantisipasi radikalisme di masjid-masjid.

    Baca: Kemenristekdikti Akui Kampus Rentan Terpapar Radikalisme

    Hendra malah menjelaskan kiprah Dewan Masjid Indonesia (DMI). Pembinaan oleh DMI berupa monitoring rutin, antara lain mengundang semua pengurus masjid yang tergabung dalam Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

    Para pengurus DKM tadi diberi pembinaan dan pemahaman dalam pencegahan penyebaran paham radikalisme. "Intinya, selain dalam rangka pembinaan, menjaga situasi dan kondisi di Jakarta agar tetap kondusif," ucap Hendra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.