Yusril Ihza Siap Jadi Capres atau Cawapres dari Koalisi Keumatan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra (kiri) dan Zain Badjeber (kanan) mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, 10 Juli 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra (kiri) dan Zain Badjeber (kanan) mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, 10 Juli 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan koalisi keumatan mungkin akan membicarakan tentang calon wakil presiden untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sebab, sejak semula, Prabowo sudah mendeklarasikan siap menjadi calon presiden dalam pemilu 2019.

    "Kalau beliau (Prabowo) tak ada halangan apa-apa maju sebagai capres, maka yang harus diputuskan siapa yang akan menjadi cawapresnya," ujar Yusril kepada awak media di kawasan Kasablanka, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca juga: Rizieq Shihab Minta Empat Partai Ini Bentuk Koalisi

    Akhir pekan lalu, Rizieq Shihab menyarankan Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta PBB membentuk koalisi yang menjunjung keumatan. Hal itu disampaikan Rizieq saat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Prabowo Subianto mengunjunginya seusai ibadah umrah di Mekah, 2 Juni 2018.

    Baca juga: Prabowo dan Amien Rais Bertemu Rizieq Shihab di Mekah

    Menurut Yusril, koalisi keumatan nantinya memilih cawapres yang akan mendongkrak elektabilitas Prabowo. Hal ini akan dibicarakan secara obyektif dan terbuka dalam koalisi. "Sebab, kalau tak menaikkan elektabilitas (Prabowo), ya, tak ada manfaatnya sama sekali," ucapnya.

    Yusril menilai urgensi pertemuan mereka nanti akan menentukan siapa capres dan cawapres dari koalisi ini. Koalisi ini, kata dia, terbentuk untuk memenuhi angka presidensial threshold 25 persen suara sah dari pemilu 2014. "Walaupun kami tak begitu happy dengan aturan ini, tapi itulah aturan yang berlaku," tuturnya.

    Baca juga: Rizieq Shihab Menolak Diusung Jadi Capres 2019

    Di sisi lain, Yusril mengaku siap jika dia akan dicalonkan sebagai capres atau cawapres dalam koalisi keumatan. Dia menyatakan kesiapan jika disuruh maju dalam pemilihan umum 2019 nanti. "Insya Allah, tak jadi masalah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.