Kata Yusril Ihza Soal Koalisi Keumatan Usulan Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bersama Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer berfoto dengan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, 6 Maret 2018. KPU resmi menetapkan Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 19 untuk Pemilu 2019. PBB disahkan sebagai peserta pemilu 2018 setelah menang dalam sidang ajudikasi penyelesaian sengketa pemilu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bersama Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer berfoto dengan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, 6 Maret 2018. KPU resmi menetapkan Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 19 untuk Pemilu 2019. PBB disahkan sebagai peserta pemilu 2018 setelah menang dalam sidang ajudikasi penyelesaian sengketa pemilu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB Yusril Ihza Mahendra menyambut baik saran imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk membetuk koalisi keumatan oleh empat partai.

    "Kami menyambut baik apa yang diusulkan oleh Pak Habib Rizieq itu dan juga sudah dibicarakan dengan Pak Prabowo dan Pak Amien Rais pertemuan mereka di sana," ujar Yusril kepada awak media di kawasan Kasablanka, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca juga: Prabowo dan Amien Rais Bertemu Rizieq Shihab di Mekah

    Sebelumnya Rizieq Shihab menyarakan agar Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Partai Bulan Bintang (PBB) membentuk koalisi keumatan. Hal itu disampaikan Rizieq saat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengunjunginya seusai ibadah umrah di Mekah, 2 Juni 2018.

    Menurut Yusril, ide untuk membuat koalisi keumatan merupakan hal yang baik. Koalisi keumatan yang diusulkan Rizieq juga diharapkan akan mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pemilu 2019. "Kami menganggap itu ide yang baik karena sudah terbentuk pikiran-pikiran di tengah masyarakat kita seperti itu," katanya.

    Baca juga: PAN: Ada Kesepakatan dari Pertemuan Amien, Prabowo, dan Rizieq

    Di samping itu, Yusril menegaskan PBB tetap merupakan partai yang independen dan tak terikat pada siapa pun. Namun, PBB tak menutup kemungkinan berkoalisi untuk suatu kepentingan yang sama. "Insya Allah kami akan lakukan dan yang pasti PBB tidak akan mengecewakan umat Islam khususnya dan umat-umat lain," ucapnya.

    Yusril menambahkan, PBB akan menindaklanjuti usulan koalisi keumatan empat partai ini. Hal ini, kata dia, akan dibicarakan dalam waktu dekat. "Kami tindak lanjuti usulan-usulan tentang presiden dan wakil presiden itu secara musyawarah dengan kejujuran," tuturnya.

    Baca juga: Rizieq Shihab Menolak Diusung Jadi Capres 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.