Tukang Sampah Penemu Uang Rp 20 Juta Buka Bareng Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jubaidi, 65 tahun. Tukang sampah ini menemukan uang Rp 20 juta. Ia kembalikan ke pemiliknya. Foto/M. Syaifullah

    Jubaidi, 65 tahun. Tukang sampah ini menemukan uang Rp 20 juta. Ia kembalikan ke pemiliknya. Foto/M. Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jubaidi, 65 tahun, tukang sampah asal Yogyakarta yang mengembalikan uang temuan Rp 20 juta, berjumpa dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini. Pertemuan ini berlangsung saat keduanya menghadiri acara buka puasa bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Raffles Hotels, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Di tengah sambutannya, Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani meminta Jubaidi naik ke panggung. Ia memperkenalkan Jubaidi kepada Presiden Jokowi dan para tamu undangan sebagai sosok yang menginspirasi atas kejujurannya.

    Baca juga: Pemungut Sampah Ini Kembalikan Uang Rp 20 Juta yang Ditemukannya

    "Sekarang, apa yang mau bapak sampaikan langsung kepada Pak Jokowi? Silakan, Pak," kata Rosan.

    Menurut Rosan, yang menemani dan merangkul Jubaidi di atas panggung, tubuh Jubaidi selalu gemetar. "Ini badannya gemetar, lho. Silakan, Pak, apa yang mau disampaikan ke Pak Jokowi?" ucapnya.

    Baca juga: Supir Taksi Jujur Ini Kembalikan Uang Jutaan Milik Penumpang

    Dengan suara pelan, Jubaidi mengatakan ingin berjabat tangan dengan Jokowi. "Dan foto, Pak," tuturnya.

    Jokowi, yang berada di kursi barisan depan, mengabulkan keinginan itu. Jubaidi akhirnya berjabat tangan dan berfoto dengan Jokowi di tengah tepuk tangan hadirin.

    Tidak hanya bersalaman dan berfoto dengan Jokowi, Jubaidi mendapat santunan Rp 50 juta serta satu unit sepeda motor dari Kadin dan Rp 50 juta dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.