Sekjen PDIP Sebut Tidak Ada Istilah Umrah Politik

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto dalam rapat koordinasi nasional ketiga bidang kemaritiman di kantor lama DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 8 April 2018. Tempo / Friski Riana

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto dalam rapat koordinasi nasional ketiga bidang kemaritiman di kantor lama DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 8 April 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan tidak ada istilah umrah dalam politik. Menurut dia, umrah menjadi perjalanan suci setiap umat Islam yang didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    "Umrah itu yang ada berdoa bersujud di Rumah Allah. Kami itu mengkritik umrah yang melakukan penipuan kepada masyarakat," kata Hasto di Kota Bandung, Ahad, 3 Mei 2018, menanggapi pertemuan Amien Rais dan Prabowo Subianto saat menjalani ibadah umrah.

    Baca: Prabowo dan Amien Rais Bertemu Rizieq Shihab di Mekah

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bertemu di depan Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah, Saudi Arabia, Sabtu, 2 Juni 2018. Keduanya bertemu saat sama-sama melaksanakan umrah. Mereka juga bertemu dengan sejumlah perwakilan Persaudaraan Alumni 212.

    Amien dan Prabowo juga bertemu dengan Muhammad Rizieq Shihab, petinggi Front Pembela Islam yang sedang menetap di Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif juga menyampaikan hasil rapat koordinasi nasional PA 212 yang memutuskan mendorong Rizieq Shihab menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden 2019. Rizieq menolak.

    Hasto menilai pertemuan Prabowo, Amien, dan Rizieq wajar terjadi. "Pertemuan itu kan pertemuan silaturahim ya, itu setiap orang berhak. Justru kalau setiap umrah dimaknai secara politik, itu malah ada pergeseran. Jadi tidak menghayati makna umrah yang sesungguhan," kata dia.

    Baca: Amien Rais-Prabowo Bertemu di Mekah, PAN: Tak Bicara Politik

    Selain itu, Hasto berpendapat pihaknya juga menilai terbentuknya Koalisi Keumatan yang diusulkan Rizieq Shihab sebagai proses yang wajar. Koalisi ini dibentuk tiga partai, yaitu Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera.

    PDI Perjuangan, kata Hasto, menilai terbentuknya koalisi telah diatur dalam konstitusi. Ia malah berharap koalisi partai politik menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden 2019 pada Agustus mendatang mulai kokoh. "Kami juga berharap mereka yang mencalonkan pasangan calon lainnya bisa segera menyampaikan gagasannya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.