Sabtu, 23 Juni 2018

Terduga Teroris di Universitas Riau Berencana Ledakkan Gedung DPR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Densus 88 melakukan penjagaan saat penggeledahan usai penangkapan terduga teroris di Jemaras, Klangenan, Kab. Cirebon, Jawa Barat, 17 Mei 2018. Tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris yang tergabung dalam jaringan JAD. ANTARA FOTO/Risky Maulana

    Tim Densus 88 melakukan penjagaan saat penggeledahan usai penangkapan terduga teroris di Jemaras, Klangenan, Kab. Cirebon, Jawa Barat, 17 Mei 2018. Tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris yang tergabung dalam jaringan JAD. ANTARA FOTO/Risky Maulana

    TEMPO.CO, Pekanbaru- Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Nandang menyebutkan tiga terduga teroris yang ditangkap di gelanggang mahasiswa Universitas Riau berencana melakukan aksi peledakan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Riau dan DPR RI. Tim Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan 4 buah bom aktif siap ledak dari tangan pelaku.

    "Kami bersyukur Tuhan telah menunjukkan kepada kita untuk memberikan pertolongan supaya tidak ada lagi korban kemanusiaan karena perbuatan teror ini," kata Nandang, Sabtu, 2 Juni 2018.

    Nandang menyebutkan, daya ledak bom yang diamankan Densus 88 dari tangan pelaku ini hampir sama dengan bom yang meledak di Surabaya. Namun polisi belum mengetahui alasan ketiga terduga teroris ini meledakkan bom di gedung dewan.

    Baca juga: Kampus Digeledah Densus 88, Dekan Fisip Universitas Riau Terkejut

    "Apa alasannya, masih dalam penyidikan Densus," kata Nandang.

    Adapun ketiga pelaku yakni inisial ZM, alumni jurusan Ilmu Pariwisata Fisip Unri angkatan 2004, BM alumni jurusan Administrasi Publik Fisip Unri angkatan 2005 dan ED alumni jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unri angkatan 2005.

    Pelaku ZM disebut berperan sebagai perakit bom. Ia juga mengajarkan merakit bom melalui media sosial instagram dan mengajak untuk melakukan amaliyah bom bunuh diri.

    "Dia ini jurusan Pariwisata, bukan jurusan MIPA," kata Nandang.

    Nandang menyebutkan petugas polisi bersama Densus 88 sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait afiliasi jaringan tiga pelaku ini. "Kami masih mendalami afiliasi jaringannya, apakah sama dengan yang menyerang Polda Riau beberapa waktu lalu atau bukan. Masih didalami," katanya.

    Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi menjelaskan, gelanggang mahasiswa sebenarnya merupakan gedung kegiatan mahasiswa dan tempat sekretariat organisasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unri.

    "Sebenarnya alumni tidak dibenarkan berada di sekretariat itu, karena dia bukan pengurus," kata Aras.

    Aras Mulyadi menyayangkan adanya dugaan pelaku teror di lingkungan kampus Unri. Menurut Aras, selama ini tidak ada hal yang mencurigakan dari kegiatan mahasiswa di gelanggang mahasiswa tersebut.

    Baca juga: Densus 88 Geledah Gelanggang Mahasiswa Universitas Riau

    "Terus terang kami civitas akademika sangat mengutuk kegiatan yang mengarah pada peledakan bom ini, kami tidak mentolerir tindakan ini," katanya.

    Aras menyerahkan penanganan kasus itu kepada Densus 88 dan Polda Riau. "Kami serahkan kepada polisi untuk menindak kasus ini sesuai peraturan perundang-undangan," ujarnya.

    Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di gelanggang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau. Ketiganya tercatat sebagai alumni kampus tersebut. Sebulan terakhir mereka menginap di Sekretariat Mapala Sakai Fisip Unri. (*)

    Lihat juga video: Bagaimana Strategi Growth Hacking Bukalapak dengan Biaya Murah Menjadi Situs E-commerce No 2



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 12 Merek yang Paling Dicari di Dunia. Ada Produsen Indonesia.

    Lembaga Kantar Worldpanels Brand Footprint menganalisis 18 ribu merek di 43 negara pada 2017. Ini yang paling banyak dicari konsumen.