Di Ciamis, Ulama 212 Doakan Zulkifli Hasan Jadi Pemimpin Nasional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk silaturahmi bersama para ulama dan kiai Jawa Barat di Ciamis, Minggu, 27 Mei 2018.

    Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk silaturahmi bersama para ulama dan kiai Jawa Barat di Ciamis, Minggu, 27 Mei 2018.

    INFO MPR - Pertengahan Ramadan ini digunakan Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk silaturahmi bersama para ulama dan kiai Jawa Barat di Ciamis, Kuningan dan Bandung.

    Hari pertama, Minggu, 28 Mei 2018, Zulkifli Hasan mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 sekaligus bersilaturahmi dengan Pimpinan Ponpes KH Nonof Hanafi. Acara ini dihadiri ribuan santriwan dan santriwati dari berbagai ponpes di Ciamis

    Seperti diketahui, KH Nonop Hanafi adalah salah satu inisiator aksi 212 dari Ciamis. Bersama ratusan santrinya, KH Nonop long march menuju Monas untuk mengikuti Aksi 212.

    Dalam sambutannya, KH Nonop Hanagi menyebut sekarang ini situasi sangat membutuhkan pemimpin yang tegas berpihak pada ulama.

    "Kalau ulama disakiti pemimpin membela. Kalau umat Islam diperlakukan tidak adil, pemimpin peka. Itu yang umat butuhkan hari ini," kata Nonop.

    Karena itu, KH Nonop secara khusus mendoakan Ketua MPR Zulkifli Hasan menjadi pemimpin nasional.

    "Kami doakan semoga beliau Pak Zul menjadi pemimpin nasional. Kalau kekuasaan dipegang oleh mereka yang pro umat maka mudahlah segala urusan umat. Insya Allah," ucap Nonop.

    Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih untuk doa para ulama dan kyai di Ciamis. Baginya yang penting adalah bagaimana umat Islam bisa bersatu.

    "Sampai sekarang saya masih merinding kalau ingat Aksi 212 itu. Bagaimana umat Islam bisa kompak satu suara tanpa membeda-bedakan ormas dan latar belakang lainnya. Jelang tahun politik, waktunya hadirkan persatuan kembali," ucapan.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.