Gunung Merapi Meletus Lagi, Kali Ini Asap Letusan Paling Tinggi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Basarnas mengamati puncak Gunung Merapi dari Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA

    Petugas Basarnas mengamati puncak Gunung Merapi dari Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gunung Merapi telah mengalami letusan freatik sebanyak delapan kali sejak 11 Mei 2018. Dari delapan itu, letusan freatik yang terjadi pada Kamis dinihari, 24 Mei 2018, paling tinggi asap letusannya.

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat asap letusan yang terjadi pukul 02.56 WIB tadi dinihari mencapai 6.000 meter. Akibatnya, lebih dari 10 wilayah di Kabupaten Magelang terkena hujan abu. "Memang asap letusan paling tinggi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida di kantornya Kamis 24 Mei 2018.

    Baca: Abu Letusan Gunung Merapi Terpa Seluruh Permukaan Candi Borobudur

    Namun, kata Hanik, asap letusan tinggi bukan berarti letusan itu paling besar. "Ada beberapa parameter untuk menentukan letusan paling besar, ada ketinggian kolom, durasi, amplitudo, dan lainnya. Jadi ini hanya asap letusannya yang tertinggi sejak 11 Mei lalu," katanya.

    Berdasarkan data yang dirilis resmi BPPTKG Yogyakarta, ketinggian asap letusan freatik dapat dibandingkan. Pada 11 Mei 2018, pukul 07.40 WIB, Merapi meletus freatik dengan ketinggian kolom atau asap letusan setinggi 5.500 meter di atas puncak.

    Selama 10 hari tertidur, pada 21 Mei Merapi, terjadi tiga kali letusan freatik dalam sehari. Letusan pertama pukul 01.25 WIB dengan tinggi asap letusan 700 meter, kedua pukul 09.38 WIB dengan tinggi asap letusan 1200 meter dan letusan ketiga terjadi pukul 17.50 WIB. Namun, letusan ketiga, tinggi asap letusan tidak terpantau. Setelah terjadi tiga letusan ini, Senin petang, BPPTKG menangikan status Merapi dari normal menjadi waspada setelah melihat usai erupsi ketiga disertai gempa vulkano-tektonik (VT) dan gempa tremor.

    Baca: Pakar ITB: Pola Letusan Gunung Merapi Berubah Sejak 2010

    Setelah statusnya dinaikan menjadi waspada, erupsi freatik di Merapi masih berlanjut. Pada Selasa dinihari, 22 Mei 2018, pukul 01.47 WIB terjadi letusan dengan tinggi kolom 3.500 meter.

    Setelah itu, 26 jam kemudian, Rabu, 23 Mei 2018, terjadi letusan freatik Gunung Merapi sebanyak dua kali. Pertama, pukul 03.31 WIB dengan tinggi asap letusan 2000 meter. Ketika itu, tinggi asap relatif pendek. BPPTK mencatat asap letusan menjangkau 25 kilometer arah barat daya atau sampai Candi Borobudur. Kedua, letusan freatik terjadi pada 13.49 dengan tinggi asap letusan 3.000 meter dari puncak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.