Abu Letusan Gunung Merapi Terpa Seluruh Permukaan Candi Borobudur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan matahari terbit dilihat dari Punthuk Mongkrong, Giri Tengah, pada saat matahari terbit. Dari dataran ataran Tinggi di Bukit Menoreh ini terlihat Gunung Merapi dan Candi Borobudur. TEMPO/Subekti

    Pemandangan matahari terbit dilihat dari Punthuk Mongkrong, Giri Tengah, pada saat matahari terbit. Dari dataran ataran Tinggi di Bukit Menoreh ini terlihat Gunung Merapi dan Candi Borobudur. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Konservasi Borobudur menyebutkan abu akibat letusan Gunung Merapi merata mengenai permukaan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. "Terpaan abu pada candi tipis di bagian atas atau stupa. Hampir merata di seluruh permukaan candi," kata anggota staf Unit Borobudur Balai Konservasi Borobudur, Hari Setyawan, ketika dihubungi, Kamis, 24 Mei 2018.

    Tim Balai Konservasi Borobudur kini terus mengamati situasi untuk mengantisipasi letusan susulan Gunung Merapi. Mereka saat ini pada tahapan mengkaji abu vulkanis yang mengenai candi. Sampel abu Merapi telah diteliti di laboratorium Balai Konservasi Borobudur.

    Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Letusan 6.000 Meter

    Selain menguji sampel abu, Balai Konservasi sudah menyiapkan mantel atau penutup untuk bagian stupa dan lantai. "Kami mengikuti prosedur tanggap bencana dan terus memantau perkembangan kondisi Merapi," ucap Hari.

    Gunung Merapi kembali meletus pukul 02.56 berdurasi empat menit pada Kamis, 24 Mei 2018. Letusan Merapi terjadi dengan tinggi kolom 6.000 meter ke arah barat dan terdengar dari pos pengamatan Gunung Merapi Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Sebagian wilayah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diselimuti abu akibat letusan itu.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Magelang menyebutkan beberapa wilayah yang terdampak hujan abu Gunung Merapi akibat letusan itu. Wilayah tersebut adalah Desa Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipuro, Banyubiru, Muntilan, Menayu, Kalibening, Salaman, Tempuran, Sedayu, Sawangan, dan Mungkid.

    Sedangkan letusan Merapi pukul 02.56 dengan tinggi kolom 6.000 meter ke arah barat selama empat menit dan terdengar dari semua pos pengamatan. Status Merapi saat ini masih waspada.

    Baca juga: Gunung Merapi Meletus Lagi, Hujan Abu Selimuti Sebagian Magelang

    Pada pukul 02.56, terdengar suara gemuruh dari Selo, Kabupaten Boyolali. Tampak kepulan asap dan pijar visual berwarna sinar merah di belakang awan mendung.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto meminta masyarakat tidak panik, tetap tenang, dan selalu waspada dalam beraktivitas. "Gunakan masker dan kaca mata untuk antisipasi jika beraktivitas di luar ruangan," tuturnya ketika dihubungi, Kamis, 24 Mei 2018.

    Sehari sebelumnya, sebagian wilayah Magelang juga terdampak abu akibat letusan Gunung Merapi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.