Survei Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi 40,7 dan Prabowo 19,7

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), usai pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, 29 Januari 2015. Jokowi dan Prabowo, bertemu dalam rangka silahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo, berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), usai pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, 29 Januari 2015. Jokowi dan Prabowo, bertemu dalam rangka silahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Indo Barometer menunjukkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih unggul dibandingkan dengan para pesaingnya di pemilihan presiden 2019. Posisi kedua ditempati oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    "Joko Widodo unggul 40,7 persen, disusul Prabowo Subianto yang memperoleh 19,7 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari di daerah Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

    Baca: Survei: Elektabilitas Jokowi Teratas, Prabowo dan Gatot Menyusul

    Di belakang Prabowo, ditempati oleh mantan Panglima TNI, Gatot Nurmanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 2,7 persen.

    Sementara itu, elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono 2 persen, Jusuf Kalla 1,2 persen, dan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi 1 persen. Adapun 21,5 persen responden belum memutuskan atau tidak menjawab.

    Qodari menambahkan, apabila dilakukan simulasi pertanyaan tertutup enam nama calon presiden, nama Jokowi masih mencuat di posisi teratas dengan 48,7 persen. Sementara Prabowo mendapat 20,5 persen. Di posisi berikutnya, Gatot Nurmantyo meraih 5,4 persen.

    Baca: Survei Cyrus: Hanya Prabowo Penantang Terkuat Jokowi

    Anies Baswedan, kata Qodari, mendapatkan 4,8 persen, disusul AHY dengan 3,3 persen dan Jusuf Kalla dengan 1,4 persen. Adapun 15,9 persen responden menyatakan belum memutuskan atau tidak menjawab.

    Qodari mengatakan survei nasional ini dilaksanakan pada 15–22 April 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1200 responden.

    Ia mengatakan margin of error survey adalah kurang lebih 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.