Survei Cyrus: Hanya Prabowo Penantang Terkuat Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menerima keris dan gelar kesatria besar silat dari Presiden Persilat Prabowo Subianto di GOR Lilla Buana, Bali. TEMPO/Istman

    Presiden Jokowi menerima keris dan gelar kesatria besar silat dari Presiden Persilat Prabowo Subianto di GOR Lilla Buana, Bali. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Cyrus Network menunjukkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menang jika pemilihan presiden atau Pilpres dilakukan saat ini. Jokowi menang saat berhadapan atau head to head dengan Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan Jusuf Kalla.

    "Jokowi di-head to head-kan dengan dua nama, satu lawan satu dengan calon mana pun elektabilitasnya di atas 70 persen, kecuali dengan Prabowo Subianto di bawah 70 persen," kata Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 19 April 2018.

    Baca juga: Prabowo Subianto Siap Duel dengan Jokowi di Pilpres 2019

    Jokowi meraih 64,0 persen jika berhadapan dengan Prabowo Subianto yang meraih 29,8 persen. Simulasi Jokowi berhadapan dengan AHY, meraih elektabilitas 72,0 persen. Simulasi Jokowi berhadapan dengan Anies Baswedan, meraih elektabilitas 72,6 persen.

    Jokowi meraih 71,8 persen jika berhadapan dengan Gatot Nurmantyo. Dan simulasi berikutnya Jokowi meraih 75,2 persen ketika berhadapan dengan Jusuf Kalla.

    "Ini membuktikan hanya Prabowo Subianto penantang terkuat Jokowi angkanya konsisten dari top of mind sampai head to head," kata Eko.

    Survei Cyrus dilaksanakan pada 27 Maret - 3 April 2018. Cyrus mengambil sampel 1.230 responden yang tersebar di 123 kelurahan desa terpilih di 34 provinsi.

    Baca juga: Mengapa Pendukung Jokowi Senang Prabowo Maju Pilpres 2019?

    Tingkat kepercayaan survei Cyrus Network itu sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 3 persen.

    Responden adalah penduduk Indonesia yang berurmur minimal 17 tahun. Proporsi responden 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Responden terpilih itu diwawancarai secara tatap muka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.