Selasa, 17 Juli 2018

Survei: Elektabilitas Jokowi Teratas, Prabowo dan Gatot Menyusul

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membonceng istrinya, Iriana Jokowi, menggunakan motor listrik saat menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Papua, 12 Maret 2018. Sepanjang perjalanan keduanya disambut masyarakat. Presiden sempat membagikan buku kepada anak-anak. Foto: Biro Pers Setpres.

    Presiden Joko Widodo membonceng istrinya, Iriana Jokowi, menggunakan motor listrik saat menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Papua, 12 Maret 2018. Sepanjang perjalanan keduanya disambut masyarakat. Presiden sempat membagikan buku kepada anak-anak. Foto: Biro Pers Setpres.

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei yang dilakukan Media Survei Nasional pada 24 Maret hingga 6 April 2018 menunjukkan elektabilitas bakal calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi masih tertinggi dibandingkan dengan yang lain.

    "Pada periode itu, elektabilitas calon presiden tertinggi masih ditempati oleh Pak Jokowi dengan 36,2 persen," kata Direktur Riset Median Sudarto selepas merilis hasil survei elektabilitas kandidat di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

    Baca juga: Mengapa Pendukung Jokowi Senang Prabowo Maju Pilpres 2019?

    Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan 20,4 persen dan Gatot Nurmantyo di posisi ketiga dengan elektabilitas 7 persen. Selanjutnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meraup 4,3 persen dan Anies Baswedan 2 persen.

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menempati posisi keenam dengan 1,9 persen. Selanjutnya, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen, bekas Presiden PKS Anis Matta 1,7 persen, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo 1,6 persen, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi 1,5 persen.

    Meski Jokowi masih menempati posisi tertinggi, Sudarto menuturkan posisi sang inkumben belum aman. Ada 63,8 persen publik belum mau memilih Jokowi sebagai presiden dalam Pilpres mendatang. Namun jumlah suara itu masih tersebar ke beberapa tokoh.

    Baca: Pengamat: Duel Ulang Jokowi-Prabowo Tak Menarik Ditonton

    Selain itu, sebanyak 46,37 persen responden juga menginginkan Jokowi diganti dengan tokoh lain pada periode mendatang. Sudarto mengatakan hasil survei ini menjadi peringatan bagi Jokowi. "Warning kuning kemerahan untuk Jokowi, karena ada sedikit lebih banyak orang yang ingin Jokowi diganti," dia menjelaskan.

    Sudarto menambahkan, survei yang dilakukan lembaganya itu belum memperhitungkan deklarasi Prabowo Subianto sebagai Capres pada 11 April 2018. "Artinya, efek deklarasi Pak Prabowo itu belum teramati di survei kami," kata dia. "Umumnya, elektabilitasnya akan naik karena sudah memastikan diri, sehingga orang-orang yang tadinya gamang menjadi yakin," ujarnya.

    Median melakukan survei dengan sampel 1.200 responden warga yang memiliki hak pilih. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling serta proporsional atas populasi di provinsi dan gender. Adapun kontrol kualitas dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada. (*)

    Lihat juga video: Rahasia Sukses Pendiri Anomali Coffee



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.