Bom di Surabaya, Korban Meninggal Ini Pamit: Ikut Pameran Batik

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sekitar lokasi Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Surabaya pasca serangan bom. TEMPO/Artika Farmita

    Suasana di sekitar lokasi Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Surabaya pasca serangan bom. TEMPO/Artika Farmita

    TEMPO.CO, Tangerang -Legita atau Lim Gwat Ni, 56 tahun, pergi ke Surabaya, Jawa Timur sepekan lalu. Warga Poris Indah, Cipondoh, Tangerang ini dikenal sangat aktif dalam kegiatan sosial dan menyukai batik.  "Pergi ke Surabaya itu ikut pameran batik, pada hari nahas dia ke Gereja Santa Maria," kata suami Legita, Aan Teja ketika ditemui di rumah duka Poris Indah, Selasa, 15 Mei 2018.

    Teja tak menyangka istrinya pergi untuk selama-lamanya dalam peristiwa nahas di  Gereja Santa Maria Tak Bercela pada dua hari lalu. Ledakan terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Kepolisian mengumumkan sebanyak 14 orang meninggal dunia, satu di antaranya adalah Legita, pada tiga peristiwa itu.

    Aan Teja mendengar kabar Legita meninggal setelah anaknya datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Sosok istrinya ia kenal sangat aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar maupun di luar.  Legita juga menyukai batik. Setiap ada pameran batik di luar kota Ia sering menyambangi dan mengikutinya.

    Teja mengatakan baru ingat, setelah almarhumah tiada, bagaimana istrinya berpamitan. "Pamit, dia bilang saya akan pergi lama sekali, enggak tahu mau pulang apa enggak,” kata Teja menirukan pamitan Legita.

    Teja yang menjabat Ketua RT di lingkungan dia tinggal mengatakan kontak terakhir saat Legita pergi ke Surabaya, sepekan lalu. Menurutnya karena sudah biasa ditinggal keluar kota, awalnya kepergian ke Surabaya dianggap hal biasa. Teja tidak menyangka jika pamitan istrinya itu sinyal kepergiannya untuk selama-lamanya.

    Legita meninggalkan tiga anak yang sudah dewasa dari pernikahan dengan Teja. Keluarga saat ini masih menantikan kedatangan jenazah dari Surabaya.

    Teja mengatakan mendapatkan informasi dari kawan Legita di Surabaya, kalau isterinya pada Ahad pagi beribadah di Gereja St Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Surabaya.

    Legita merupakan satu dari 14 korban tewas dari tiga ledakan di Surabaya, Jawa Timur. Ia diketahui berasal dari Kota Tangerang. Di lokasi rumah duka di Perumahan Poris Indah, Kecamatan Cipondoh, Tangerang sempat ramai dikunjungi oleh kerabat dan keluarga. 

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.