Jaksa KPK Hadirkan Saksi Ahli Pidana di Sidang Bimanesh Sutarjo

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP,  Bimanesh Sutarjo (kiri) mendengarkan kesaksian mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU KPK.  ANTARA/Reno Esnir

    Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP, Bimanesh Sutarjo (kiri) mendengarkan kesaksian mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 27 April 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU KPK. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini akan menghadirkan ahli pidana sebagai saksi dalam lanjutan persidangan terdakwa Bimanesh Sutarjo. Saksi ahli dihadirkan dalam perkara merintangi penyidikan terhadap terpidana kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik Setya Novanto.

    "Untuk saksi hari ini, ahli pidana, Noor Aziz ," ujar jaksa KPK, Takdir Subhan saat dihubungi sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Jumat 11 Mei 2018.

    Baca: Bimanesh Sutarjo Meyakini Kecelakaan Setya Novanto Direkayasa

    Bimanesh Sutarjo adalah dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau yang merawat Setya pasca mengalami kecelakaan lalu lintas pada 16 November 2017. Bimanesh didakwa merintangi persidangan KPK terhadap Setya, yang juga mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, dalam kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

    Pada persidangan sebelumnya, Jaksa telah menghadirkan sejumlah saksi seperti Setya Novanto, serta manta pengacaranya Fredrich Yunadi, yang didakwa juga terlibat dalam perkara merintangi penyidikan Setya Novanto, dan sejumlah jajaran Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

    Baca:Curhatan Dokter Bimanesh : Saya Mau Pensiun Malah Dibeginikan

    KPK mendakwa Bimanesh telah memanipulasi diagnosis kesehatan Setya Novanto. Sedangkan Fredrich didakwa telah memesan kamar VIP di rumah sakit itu sebelum Setya mengalami kecelakaan.

    KPK menilai Bimanesh Sutarjo dan Fredrich Yunadi melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.