Curhatan Dokter Bimanesh : Saya Mau Pensiun Malah Dibeginikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka menghalangi penyidikan, Bimanesh Sutarjo, saat menghadiri sidang pembacaan dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 8 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Tersangka menghalangi penyidikan, Bimanesh Sutarjo, saat menghadiri sidang pembacaan dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 8 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mencurahkan isi hatinya. Ia mengatakan dirinya merasa dizalimi pihak rumah sakit hingga menjadi terdakwa kasus merintangi penyidikan Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    “Eh saya mau pensiun malah dibeginikan orang,” kata Bimanesh saat ditemui Tempo usai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin 23 April 2018. Bimanesh kini berusia 63 tahun, sedangkan masa pensiun dokter spesialis adalah 65 tahun.

    Baca: Bimanesh Sutarjo Menilai Pemberitaan tentang Dirinya Berlebihan

    Bimanesh Sutarjo merupakan dokter spesialis penyakit dalam yang menangani Setya Novanto usai kecelakaan mobil pada 16 November 2017 lalu. Bimanesh didakwa merekayasa sakit Setya agar mantan Ketua DPR itu terhindar dari penyidikan KPK.

    Bimanesh mengatakan dirinya merasa dikorbankan oleh pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam kasus tersebut. Ia mengatakan saat itu Kementerian Kesehatan sudah menyatakan bahwa RS Medika terlibat, maka surat izinnya akan dicabut, sehingga pihak RS takut.

    Baca: Bimanesh Dapat Honor Rp 250 Ribu untuk Tangani Setya Novanto

    “Saya siang harinya beberapa jam sebelum Setya kecelakaan sedang tidur di rumah. Bagaimana bisa saya terlibat, mereka saja yang sedang sibuk (merekayasa),” kata dia.

    Bimanesh mengatakan, selama 38 tahun menjadi dokter, dirinya hanya berniat mengobati orang sakit. Dokter yang juga pensiunan polisi berpangkat terakhir Komisaris Besar (Kombes) itu mengatakan dirinya tidak mengharapkan apapun selain membahagiakan istri, anak, dan lima orang cucunya.

    Baca: Setya Novanto Batal Bersaksi di Sidang Bimanesh Sutarjo

    “Yang saya cari hanya ibadah. Hanya cari bekal buat di akhirat, itu saja. Tapi saya harus menyelesaikan dulu masalah ini (kasus yang menimpanya),” kata dia.

    Bimanesh membantah dirinya memerintahkan perawat RS Medika Permata Hijau untuk mengurus Setya Novanto. Di sidang sebelumnya perawat RS Medika Permata Hijau, Indri Astuti mengatakan diperintahkan Bimanesh untuk memasang perban ke kepala Setya Novanto dan menempelkan infus.

    “Mereka bilang di persidangan, ‘saya takut sama dokter Bima, itu perintah sama dokter Bima.’ Dalam hati saya bilang, kapan saya perintah?” kata bekas dokter RS Polri tersebut dengan nada tinggi.

    Baca: Bimanesh Sutarjo Akui Kecelakaan Novanto Janggal: Dibalut Selimut

    Bimanesh mengatakan dirinya tidak punya kewenangan apapun untuk memesan kamar RS apalagi membawa pasien ke kamar tanpa menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurutnya, kewenangan untuk melakukan hal tersebut seharusnya berada di pihak RS.

    Sepanjang Tempo mengikuti persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bimanesh jarang mencurahkan pendapatnya di media. Ia lebih sering memilih diam ketika dikerubungi awak media usai persidangan. 

    Bimanesh menjelaskan, dirinya enggan berkomentar di media karena khawatir pernyataannya dimanfaatkan untuk pemberitaan yang heboh. “Beritakan yang jujurlah. Media dan saya tidak saling kenal, tetapi morotin saya. Itulah kenapa saya jarang berbicara di media,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.