Rizal Ramli: Indonesia Lucu, Berlomba Jadi Calon Wakil Presiden

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 08-nas-rizalRamli

    08-nas-rizalRamli

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ekonom Rizal Ramli menyebut orang Indonesia lucu karena banyak yang rebutan untuk jadi calon wakil presiden. “Banyak banget yang ingin jadi calon wakil presiden, di sini lucu,” kata Rizal usai mengisi Seminar Nasional dan Konsorsium Keilmuwan Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga, Rabu, 9 Mei 2018.

    Ia membandingkannya dengan orang-orang di Amerika dan Eropa. “Di Amerika, Eropa, tidak ada yang berminat menjadi calon wakil presiden.”

    Baca: Setelah Gatot dan Rizal Ramli, Giliran TGB Temui Zulkifli Hasan ...

    Mantan Menko Bidang Kemaritiman dalam kabinet jilid II Presiden Joko Widodo itu mengomentari pemilihan presiden pada 2019. Menurut dia rakyat menginginkan perubahan. Rakyat ingin ekonomi lebih baik dari tiga tahun terakhir dan ingin kesejahteraan lebih baik. Dua tahun terakhir ini kondisi ekonomi rakyat golongan menengah ke bawah sangat sulit. 

    Seharusnya, kata Rizal, mereka yang ingin menjadi calon presiden itu ditanya apa yang akan dilakukan ketika terpilih. Jawabannya pun tidak boleh normatif. “Jangan asal kekuasaan doang, yang konkret, supaya rakyat jelas.”

    Baca: Zulkifli Hasan Sebut Rizal Ramli Penuhi Syarat ...

    Rizal mencontohkan, jika dia jadi presiden akan menangkap 100 orang berengsek, orang yang merusak sistem negara termasuk koruptor. “Kalau saya terpilih, hari pertama jadi presiden akan saya tangkap 100 orang paling berengsek dulu.”

    Rizal Ramli berharap, ada beberapa orang berengsek yang ditangkapnya dari Yogya. Namun, itu jika Rizal mencalonkan dan menjadi presiden.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.